Pinjol Ilegal dan Penipuan Digital jadi Ancaman Baru
Selain paylater, Friderica juga mengingatkan bahaya pinjol ilegal yang masih banyak menjerat masyarakat. Menurutnya, tidak sedikit keluarga yang menghadapi masalah keuangan serius akibat anggota keluarganya terjerat pinjol dengan bunga sangat tinggi.
Ia mengungkapkan pernah menemukan kasus anak-anak muda yang memiliki utang hingga puluhan bahkan ratusan juta rupiah akibat pinjol ilegal.
Di sisi lain, perkembangan teknologi juga memunculkan berbagai modus penipuan baru, mulai dari investasi bodong, SMS palsu, impersonasi identitas, hingga pemalsuan bukti transfer menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Karena itu, OJK meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai tawaran investasi maupun pinjaman yang menjanjikan keuntungan tidak wajar.
Baca juga: 8 Pindar Masuk Pengawasan Khusus OJK, Izin Usaha Terancam Dicabut
Friderica menegaskan bahwa seluruh aktivitas kredit, termasuk penggunaan paylater, akan tercatat dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK. Catatan tersebut dapat memengaruhi akses seseorang terhadap layanan keuangan di masa depan.
Perempuan jadi Kunci Ketahanan Keuangan Keluarga
Dalam kesempatan tersebut, Friderica kembali menekankan bahwa perempuan memiliki peran sentral sebagai “menteri keuangan” dalam keluarga. Kemampuan mengelola penghasilan, mengatur pengeluaran, menabung, berinvestasi, dan menghindari utang konsumtif menjadi faktor penting dalam menciptakan kesejahteraan rumah tangga.
Menurutnya, literasi keuangan bukan hanya soal memahami produk keuangan, tetapi juga membangun ketahanan keluarga menghadapi berbagai guncangan ekonomi seperti kehilangan pekerjaan, penurunan pendapatan, maupun kebutuhan mendesak yang tidak terduga.
Baca juga: Bukan Kriteria Paylater Berizin, OJK Pelototi Praktik Gestun
Karena itu, OJK berkomitmen terus memperluas edukasi dan pelindungan konsumen melalui kolaborasi dengan berbagai pihak agar masyarakat semakin cerdas dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan.
OJK menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga kesehatan finansial rumah tangga sehingga literasi keuangan yang baik menjadi kunci untuk menghindari jebakan utang, pinjol ilegal, dan perilaku konsumtif di era digital. (*)
Editor: Yulian Saputra


