Poin Penting
- OJK Provinsi Jambi dan Bank Jambi meningkatkan literasi dan inklusi keuangan bagi masyarakat Suku Anak Dalam di Kabupaten Merangin.
- Masih terdapat kesenjangan 14,02 persen antara tingkat inklusi dan literasi keuangan nasional, sehingga edukasi keuangan dinilai penting untuk melindungi masyarakat.
- Bank Jambi berkomitmen memperluas akses layanan keuangan formal hingga daerah terpencil guna mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi bersama Bank Jambi terus memperkuat pemerataan akses layanan keuangan bagi masyarakat Suku Anak Dalam (SAD) di Kecamatan Nalo Tantan, Kabupaten Merangin.
Langkah tersebut dilakukan di tengah masih adanya kesenjangan antara tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia.
Kepala OJK Provinsi Jambi, Yan Iswara Rosya mengungkapkan, hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 menunjukkan peningkatan pemahaman dan penggunaan layanan keuangan di Indonesia.
Indeks literasi keuangan nasional tercatat sebesar 66,46 persen, naik dari 65,43 persen pada tahun sebelumnya. Sementara itu, indeks inklusi keuangan meningkat menjadi 80,51 persen dari 75,02 persen pada 2024.
Baca juga: Pengamat: Bank Jambi Berpeluang Genjot Pembiayaan Sektor Produktif dan UMKM
Namun, kata dia, masih terdapat kesenjangan sebesar 14,02 persen antara masyarakat yang menggunakan layanan keuangan dengan mereka yang benar-benar memahami produk dan risiko keuangan yang dimanfaatkan.
“Peran edukasi keuangan sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat pelindungan konsumen. Dengan pemahaman keuangan yang baik, masyarakat dapat mengambil keputusan keuangan secara bijak, mengelola pendapatan dengan lebih efektif, serta melindungi diri dari berbagai risiko keuangan,” kata Yan dalam keterangannya, dikutip Kamis, 18 Juni 2026.
Suku Anak Dalam jadi Prioritas Inklusi Keuangan
Menurut OJK, masyarakat di wilayah pedesaan dan kawasan 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) masih membutuhkan perhatian khusus dalam program literasi dan inklusi keuangan. Salah satunya adalah masyarakat Suku Anak Dalam yang selama ini memiliki akses terbatas terhadap layanan keuangan formal.
Baca juga: OJK Percepat Pertumbuhan Ekonomi Daerah Lewat Sinergi Lintas Sektor
Melalui program edukasi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan keluarga, manfaat menabung, pengenalan produk dan layanan perbankan, serta kewaspadaan terhadap berbagai bentuk penipuan dan kejahatan keuangan.
Bank Jambi Perluas Akses Keuangan hingga Pelosok
Sejalan dengan itu, Direktur Treasury, Dana, IT dan Digital Bank Jambi, Achmad Nunung HS, menegaskan komitmen Bank Jambi untuk mendukung program peningkatan literasi dan inklusi keuangan hingga ke daerah terpencil.
Menurutnya, pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan formal menjadi fondasi penting untuk mendorong kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan.
“Melalui kegiatan ini, Bank Jambi berharap masyarakat Suku Anak Dalam dapat semakin mengenal produk dan layanan keuangan formal, memahami manfaat menabung, serta memiliki kemampuan dalam mengelola keuangan secara mandiri dan berkelanjutan,” jelasnya.
Achmad menambahkan, akses terhadap layanan keuangan yang aman dan mudah dijangkau akan membantu masyarakat memperoleh berbagai manfaat ekonomi, mulai dari penyimpanan dana yang lebih aman hingga akses pembiayaan produktif. (*)
Editor: Yulian Saputra


