Poin Penting
- Bank Indonesia membeli SBN senilai Rp156,98 triliun hingga 17 Juni 2026, termasuk Rp76,62 triliun melalui pasar sekunder.
- Pembelian SBN dan pembukaan kembali fasilitas repo dilakukan untuk menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan.
- Uang primer (M0) tumbuh 14,8 persen pada Mei 2026, sementara uang beredar luas (M2) meningkat 9,2 persen, mencerminkan likuiditas yang tetap memadai.
Jakarta – Bank Indonesia (BI) telah membeli Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp156,98 triliun hingga 17 Juni 2026. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp76,62 triliun merupakan pembelian di pasar sekunder.
“Bank Indonesia juga membeli SBN yang pada 2026 (hingga 17 Juni 2026) mencapai Rp156,98 triliun, termasuk pembelian di pasar sekunder sebesar Rp76,62 triliun,” Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Kamis, 18 Juni 2026.
Baca juga: Purbaya Ungkap Pemerintah Sudah Borong SBN Rp8 Triliun untuk Jaga Stabilitas Rupiah
Perry menjelaskan, pembelian SBN dilakukan untuk menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang, perbankan, dan perekonomian secara keseluruhan.
“Untuk menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan, Bank Indonesia membuka kembali window lelang instrumen repurchase agreement (repo) untuk tenor-tenor 3, 6, 9, dan 12 bulan bagi perbankan guna memastikan kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan,” jelas Perry.
Baca juga: Breaking News! BI Kembali Kerek Suku Bunga Acuan 25 Bps Menjadi 5,75 Persen
Menurutnya, kebijakan tersebut membantu menjaga pertumbuhan uang primer tetap tinggi (double digit) dan mendukung kecukupan likuiditas di perekonomian.
Pertumbuhan Uang Primer Tetap Double Digit
BI mencatat uang primer (M0) pada Mei 2026 tumbuh 14,8 persen secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan April 2026 yang sebesar 14,1 persen.
Sementara itu, uang beredar dalam arti luas (M2) pada April 2026 tumbuh 9,2 persen secara tahunan, melanjutkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya yang mencapai 9,7 persen. (*)
Editor: Yulian Saputra


