“Integrasi Inovasi Blockchain dan Kripto”
Adapun BLK 2026 mengusung tema “Integrasi Inovasi Blockchain dan Kripto”. Robby Bun, Ketua Umum ABI menjelaskan, pemilihan tema ini merupakan wujud transformasi ekosistem digital yang inklusif.
Di era sekarang, menurut Robby, blockchain dan kripto tidak lagi berada di tahap eksperimental. Teknologi ini telah menjadi bagian dari arsitektur yang sistem keuangan dan digitalnya yang lebih luas. Namun begitu, masih ada beberapa isu penting yang menjadi sorotan pelaku industri untuk mendorong akses kripto yang lebih luas.
“Isu-isu yang selama ini selalu menjadi perhatian kami sebagai pelaku industri adalah fragmentasi kepercayaan pengguna terhadap industri aset kripto di Indonesia. Fragmentasi ini tidak muncul dari satu faktor, melainkan kombinasi dari beberapa tekanan sekaligus,” ujarnya.
Dinamika regulasi yang bergerak cepat, maraknya aktivitas ilegal, hingga masih rendahnya tingkat literasi masyarakat, menjadi beberapa faktor fragmentasi tersebut. Ini mendorong ABI untuk terus menjamin kepercayaan publik dan mendorong literasi serta inklusi kripto.
Baca juga: Transaksi Kripto per Februari 2026 Tembus Rp24,33 Triliun
Salah satunya adalah dengan meluncurkan layanan aduan konsumen bagi nasabah kripto. Dengan demikian, pelanggan aset kripto bisa melaporkan ke asosiasi jika ada tindakan yang tidak sesuai dengan regulasi.
Ke depan, Robby berharap kalau penyelenggaraan BLK dan inovasi dari ABI mampu menjadi katalis dalam meningkatkan literasi dan inklusi aset kripto.
“Melalui kegiatan ini, kami dapat bersama-sama mendorong terciptanya ekosistem blockchain dan kripto yang inklusif, berkelanjutan, serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tutup Robby. (*) Mohammad Adrianto Sukarso









