Poin Penting
- OJK menilai pasar modal RI tetap resilien di tengah dinamika global. Investor asing mencatat net buy Rp1,19 triliun di saham dan Rp15,35 triliun di SBN sepanjang Agustus 2026
- Likuiditas pasar tetap terjaga, dengan RNTH mencapai Rp10,79 triliun. Sementara NAB reksa dana naik 0,05 persen mtm menjadi Rp502,88 triliun
- Total investor pasar modal mencapai 31,14 juta atau tumbuh 52,9 persen ytd, sementara fundraising mencapai Rp128,8 triliun
Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai pasar modal domestik masih menunjukkan ketahanan yang solid di tengah dinamika global sepanjang Agustus 2026.
Kondisi tersebut ditopang oleh berlanjutnya aliran dana asing ke instrumen saham maupun Surat Berharga Negara (SBN).
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyampaikan bahwa minat investor global terhadap instrumen investasi di Indonesia tetap terjaga sepanjang periode tersebut.
“Aliran modal masuk investor asing di pasar saham domestik terus berlanjut di bulan Agustus, di mana tercatat net buy investor asing sebesar Rp1,19 triliun,” ucap Hasan dalam Konferensi Pers RDKB di Jakarta, 7 September 2026.
Baca juga: OJK: Kredit Perbankan Tumbuh 13,58 Persen jadi Rp9.135 Triliun di Juli 2026
Tak hanya di pasar saham, kepercayaan investor asing juga tercermin di pasar SBN. Berdasarkan data OJK, investor asing mencatatkan net buy di pasar SBN sebesar Rp15,35 triliun secara month-to-month (mtm).
Di tengah dinamika tersebut, Hasan menjelaskan, resiliensi dan integritas pasar modal domestik tetap terjaga meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir Agustus 2026 berada di level 6.554,48 atau terkoreksi 4,64 persen secara mtm.
Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) pasar saham pada Agustus 2026 tercatat sebesar Rp10,79 triliun. Angka tersebut menunjukkan likuiditas pasar tetap terjaga seiring dengan arah pemulihan pergerakan pasar domestik.
Dari sisi industri pengelolaan investasi, kinerja juga terpantau stabil. Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana mencapai Rp502,88 triliun per 31 Agustus 2026, atau meningkat 0,05 persen secara mtm. Namun, pada periode yang sama investor reksa dana membukukan net redemption sebesar Rp8,5 triliun.
Inovasi instrumen investasi turut menunjukkan perkembangan positif. Sejak diluncurkan pada 10 Agustus 2026 hingga akhir bulan, telah terdapat tujuh produk Exchange Traded Fund (ETF) Emas yang diterbitkan oleh tujuh manajer investasi. Total dana kelolaan ETF Emas tersebut mencapai Rp90,39 miliar.
Baca juga: Bos OJK Blak-blakan Kondisi Sektor Keuangan RI di Tengah Geopolitik Memanas
Pertumbuhan basis investor pasar modal juga terus berlanjut, seiring dengan penguatan ekosistem digital. Pada Agustus 2026, jumlah investor baru tercatat sebanyak 1,07 juta investor. Dengan demikian, total investor pasar modal Indonesia mencapai 31,14 juta investor atau tumbuh 52,9 persen secara year-to-date (ytd).
Adapun dari sisi korporasi, penghimpunan dana (fundraising) di pasar modal hingga akhir Agustus 2026 secara ytd telah mencapai Rp128,8 triliun. Saat ini, masih terdapat 24 penawaran umum yang berada dalam pipeline OJK. (*)
Editor: Galih Pratama


