Poin Penting
- Prabowo meminta pemerintah memperbesar anggaran mitigasi untuk menghadapi potensi bencana.
- Pemerintah diminta menyiapkan sumber daya melebihi kebutuhan minimum sebelum bencana terjadi.
- Mitigasi mencakup penguatan peralatan, penanganan karhutla, hingga operasi modifikasi cuaca.
Jakarta – Presiden Prabowo Subianto meminta alokasi anggaran mitigasi bencana ditambah signifikan. Langkah itu diperlukan untuk memperkuat kesiapan pemerintah menghadapi potensi bencana di Indonesia.
Prabowo menyampaikan arahan tersebut saat membuka rapat terbatas penanganan bencana. Rapat digelar melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9).
Indonesia memiliki risiko bencana tinggi karena berada di kawasan Ring of Fire. Kondisi tersebut membuat kesiapsiagaan perlu diperkuat sebelum bencana benar-benar terjadi.
Baca juga: Menhub: 1.558 Penerbangan Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau
Prabowo Minta Anggaran Mitigasi Bencana Diperbesar
Menurut Prabowo, pemerintah harus belajar dari berbagai kondisi kebencanaan yang sedang dihadapi. Anggaran mitigasi dinilai perlu diperkuat agar pemerintah tidak hanya bertindak setelah bencana terjadi.
“Kita harus siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat. Pelajaran juga bagi kita, bagi pemerintah yang saya pimpin, alokasi anggaran untuk mitigasi bencana harus kita tambah secara signifikan,” kata Prabowo dikutip Antara.
Prabowo meminta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyiapkan perencanaan mitigasi. Penyusunan tersebut harus melibatkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy.
Perencanaan itu harus menggunakan prinsip penyediaan sumber daya di atas kebutuhan minimum. Pemerintah diharapkan memiliki cadangan peralatan untuk menghadapi kondisi darurat.
“Lebih banyak helikopter lebih baik, lebih banyak pompa air lebih baik, lebih banyak pemadam kebakaran lebih baik. Jadi kita siap sebelum kejadian,” ujarnya.
Prabowo Soroti Kesiapan Peralatan di Daerah
Kesiapan peralatan juga diarahkan hingga tingkat desa. Pemerintah diminta menyediakan lebih banyak ekskavator berukuran kecil di wilayah rawan kebakaran hutan.
Kebutuhan tersebut terutama ditujukan bagi daerah yang rutin menghadapi kebakaran hutan. Ketersediaan alat di lokasi diharapkan mempercepat penanganan ketika kejadian berlangsung.
Prabowo juga menginstruksikan penyusunan master plan mitigasi bencana. Rencana tersebut harus dibuat menyeluruh dan masif untuk memperkuat penanganan bencana.
Penguatan sarana pendukung karhutla menjadi bagian dari perencanaan tersebut. Pemerintah diminta menyiapkan kebutuhan penanganan jauh sebelum kondisi darurat muncul.
Kapal Induk dan Pesawat Disiapkan untuk Mitigasi
Pemerintah juga menyiapkan dukungan dari sektor pertahanan untuk menghadapi bencana. Salah satunya melalui rencana pemanfaatan kapal induk dari Italia.
Kapal tersebut akan masuk jajaran TNI Angkatan Laut dan dimodifikasi untuk mendukung operasi helikopter. Kapal itu juga nantinya mendukung penggunaan drone dalam operasi kebencanaan.
Menurut Prabowo, kapal tersebut mampu menampung hingga 10 helikopter kelas menengah. Setiap helikopter dapat mengangkut sekitar 4-5 ton air untuk pemadaman dari udara.
Pemerintah juga akan meningkatkan penggunaan pesawat dalam operasi modifikasi cuaca. Prabowo meminta BRIN mengkaji bahan paling efektif untuk mendukung teknologi tersebut.
“Jadi kita persiapan mengatasi mitigasi, jangan menunggu kejadian. Jauh sebelumnya harus kita siapkan,” kata Prabowo.
Baca juga: Purbaya Siap Tambah Anggaran untuk Penanganan Bencana Alam
Pemerintah Hadapi Sejumlah Kondisi Kebencanaan
Rapat terbatas tersebut digelar untuk memantau perkembangan penanganan sejumlah bencana alam. Pemantauan dilakukan Prabowo melalui konferensi video dari Jakarta, Senin.
Dalam rapat tersebut, pemerintah menghadapi beberapa kondisi kebencanaan di sejumlah wilayah. Situasinya mencakup gempa bumi di Flores, aktivitas Gunung Anak Krakatau, hingga kebakaran hutan dan asap.
Kondisi tersebut memperlihatkan pentingnya kesiapan sumber daya sebelum bencana berkembang. Karena itu, penguatan mitigasi menjadi bagian penting dalam strategi pemerintah menghadapi risiko kebencanaan.
Bagi Prabowo, kesiapan tidak boleh dibangun setelah bencana terjadi. Penambahan anggaran dan sumber daya menjadi langkah awal untuk memperkuat mitigasi bencana. (*)
Editor: Galih Pratama


