Poin Penting
- DMAS optimistis target marketing sales 2026 sebesar Rp2,08 triliun tercapai, dengan sektor data center menjadi penopang utama
- Investor asing menjadi mayoritas klien data center, sehingga pelemahan rupiah justru dinilai membuat biaya pembangunan bisnis data center di Indonesia lebih murah
- Hingga semester I 2026, DMAS membukukan prapenjualan Rp1,15 triliun atau 55 persen dari target tahunan, dengan permintaan lahan data center mencapai 85 hektare.
Jakarta – PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) optimistis target marketing sales 2026 sebesar Rp2,08 triliun dapat tercapai, meski kondisi suku bunga masih berada di level tinggi.
Direktur DMAS Tondy Suwanto mengatakan, target marketing sales tersebut masih akan ditopang oleh prospek industri data center yang dinilai tetap menjanjikan.
“Tetapi saya kira untuk 2026 kita selesaikan dulu (target) dan 2027 juga akan lebih baik, karena menjawab outlook tadi kita masih melihat sektor data center masih sangat prospektif,” ucap Tondy dalam Konferensi Pers di Jakarta, 7 September 2026.
Baca juga: Prapenjualan DMAS Tembus Rp1,15 Triliun, 75 Persen dari Sektor Data Center
Menurut Tondy, mayoritas klien di industri data center merupakan investor asing. Kondisi suku bunga tinggi dan volatilitas nilai tukar rupiah justru dinilai dapat menjadi peluang bagi investor asing untuk mengembangkan bisnis data center di Indonesia.
“Untuk kawasan industri data center malah kalau volatilitas untuk katakanlah untuk katakanlah melemahnya rupiah bagi mereka investor asing malah menjadi lebih murah,” imbuhnya.
Meski demikian, Tondy menyebut tingginya suku bunga dan volatilitas nilai tukar rupiah masih memberikan dampak terhadap segmen residential yang digarap perseroan.
Baca juga: BEI Catat 3 Saham Bank Jumbo Topang Penguatan IHSG Sepekan
Sementara itu, hingga semester I 2026, DMAS telah membukukan prapenjualan atau marketing sales sebesar Rp1,15 triliun. Realisasi tersebut setara dengan 55 persen dari target marketing sales perseroan sepanjang tahun ini.
Capaian tersebut terutama ditopang oleh permintaan dari segmen data center. Permintaan lahan industri untuk sektor tersebut mencapai 85 hektare atau sekitar 75 persen dari total permintaan lahan industri DMAS. (*)
Editor: Galih Pratama


