Interoperabilitas Bertahap dan Jaminan Kualitas Infrastruktur
Selain sertifikasi agen, Muliaman menyorot masalah mendasar: infrastruktur digital yang lemah, terutama pada wilayah 3T. Gangguan sinyal yang memutus transaksi menjadi hambatan signifikan.
Karena itu, Muliaman menekankan perlunya service-level agreement (SLA) jaringan untuk memastikan kualitas layanan minimal dapat dijamin.
Terkait interoperabilitas, ia menolak pilihan ekstrem: tidak membuka sama sekali atau membuka sepenuhnya.
“Kita ambil jalan tengah: tidak memaksakan interoperabilitas sekarang, juga tidak mempertahankan eksklusivitas selamanya,” tegasnya.
Baca juga: BRILink Jadi Bukti Branchless Banking Tetap Relevan di Era Digital
Ia menjelaskan interoperabilitas sebaiknya hanya dibuka bagi agen yang telah memenuhi standar kesiapan, memiliki infrastruktur memadai, dan memenuhi perlindungan konsumen.
Menurut Muliaman, pendekatan tersebut mampu menjaga stabilitas industri sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan yang semakin inklusif dan adaptif. (*)
Editor: Yulian Saputra


