Headline

Menyoal Modal Bank yang Kelewat Besar

Namun, apakah bank-bank terlalu hati-hati dan tidak menyalurkan kredit, jawabannya bisa tidak, bisa juga demikian. Semua tergantung pada sudut pandang. Jika harus memilih, otoritas perbankan akan tetap memilih bahwa bank-bank harus tetap prudent dengan tetap menyalurkan kredit.

Pandangan Engle bahwa permodalan bank-bank terlalu tinggi ada benarnya. Namun, perbankan Indonesia mempunyai risiko konglomerasi yang berbeda dan itu tidak dilihat dari pandangan Engle.

Baca juga: LPS Anggap Premi Restrukturisasi Tak Bebankan Bank

Boleh jadi yang harus dicoba ialah memberlakukan kredit-kredit yang sebenarnya masih ada nyawanya, tapi langsung dibuat pencadangan yang terlalu besar dengan harapan akan dipetik pada masa yang akan datang.

Pandangan Engle tentang permodalan yang tinggi adalah cermin bahwa kita semua masih trauma dengan krisis perbankan 1998. (*)

Penulis adalah Pimpinan Redaksi Majalah Infobank

Page: 1 2 3 4 5

Paulus Yoga

Recent Posts

Kemendagri Jamin Keberlanjutan PPPK, Belanja Pegawai Tetap Ideal

Poin Penting: Kemendagri menjamin keberlanjutan PPPK dengan memastikan anggaran dan belanja pegawai tetap terkendali. Alokasi… Read More

9 hours ago

Pertebal Modal, Bank Sumut Siap Naik Kelas ke KBMI II

Poin Penting Pemegang saham Bank Sumut (Perseroda) sepakat memperkuat modal melalui pengembalian 15 persen dividen… Read More

9 hours ago

DJP Catat Pelaporan SPT Tembus 10,85 Juta per 6 April, Ini Rinciannya

Poin Penting Sebanyak 10,85 juta SPT Tahunan telah dilaporkan hingga 6 April 2026. Mayoritas pelapor… Read More

9 hours ago

OJK dan ABI Dorong Masyarakat Melek Kripto Lewat BLK 2026

Poin Penting OJK bersama Asosiasi Blockchain Indonesia menggelar Bulan Literasi Kripto (BLK) 2026 untuk meningkatkan… Read More

9 hours ago

Perpanjang STNK Tanpa KTP Pemilik Pertama, Ini Aturan Baru di Jabar

Poin Penting: Kebijakan perpanjang STNK di Jawa Barat kini tidak lagi menyertakan KTP pemilik pertama… Read More

9 hours ago

Utang Warga RI di Paylater Perbankan Tembus Rp27,8 Triliun per Februari 2026

Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat utang masyarakat Indonesia di buy now pay later (BNPL) atau… Read More

9 hours ago