Sejak Indonesia masuk dalam jajaran elite G-20, bank-bank di Indonesia mengikuti aturan yang lebih ketat, terutama terkait dengan permodalan yang tertuang dalam Basel III. Bank-bank harus memiliki bantalan permodalan yang cukup. Rasio permodalan tidak boleh mentok pada angka 8%, tapi harus lebih dari 12% jika hal itu dalam peta konglomerasi perbankan.
Baca juga: NPL Tinggi Bikin Suku Bunga Kredit Sulit Turun
Boleh jadi pandangan Engle ada benarnya jika melihat dari sudut risiko. Dan, memang benar, dalam lima tahun terakhir, atau bahkan sejak 10 tahun terakhir, risiko perbankan Indonesia lebih rendah. Regulasi perbankan di Indonesia memaksa bank-bank untuk lebih berhati-hati, dan itu dipatuhi oleh bank-bank yang justru lebih prudent sehingga tampak bank-bank terlalu banyak membuat pencadangan.
Trauma masa lalu dan motif pembersihan kredit macet menjadi lebih dominan dalam penerapan permodalan. Boleh jadi inilah yang setidaknya perlu didiskusikan lebih jauh. Pihak bank sudah tidak perlu lagi membuat cadangan permodalan yang terlampau tinggi. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Poin Penting OJK menegaskan KUB BPD sebagai strategi utama untuk memperkuat peran BPD dalam pembiayaan… Read More
Oleh Awaldi, Pemerhati SDM Bank dan Consulting Director Mercer Indonesia SEJAK akhir tahun kemarin, Otoritas… Read More
Poin Penting Penerimaan pajak hingga 31 Januari 2026 mencapai Rp116,2 triliun, tumbuh 30,8 persen yoy,… Read More
Poin Penting Mochamad Andy Arslan Djunaid resmi mengundurkan diri dari jabatan Komisaris Utama PT Asuransi… Read More
Poin Penting IHSG menguat tipis 0,30 persen ke level 8.146,71 dengan nilai transaksi Rp25,74 triliun… Read More
Poin Penting Perusahaan didorong merombak arsitektur data center agar lebih cepat, simpel, fleksibel, efisien, aman,… Read More