Pandangan Engle agar bank-bank menyalurkan kredit lebih banyak ketimbang memupuk cadangan sesuatu yang perlu digarisbawahi. Namun, di lain sisi, bank-bank sekarang ini juga dihadapkan pada penyakit likuiditas yang harganya relatif mahal. Modal bank besar, tapi likuiditas masih terus menjadi bayang-bayang perbankan.
Bahwa bank-bank harus menyalurkan kredit dan tidak perlu membuat cadangan yang terlalu besar merupakan langkah yang baik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Sektor-sektor yang membutuhkan pembiayaan, terutama sektor infrastruktur yang dapat mendorong pertumbuhan, menjadi sangat urgent.
Baca juga: Bank Bakal Kena “Palak” Lagi
Persoalan likuiditas nasional menjadi sangat mahal dan langka. Satu sisi modal cukup, tapi di lain sisi likuiditas langka dan mudah kering. Padahal, posisi kredit per GDP pun masih belum 50%. Jadi, bank-bank di Indonesia seperti dalam dunia yang tidak linear.
Saat ini bank-bank lebih banyak mementingkan tingkat kesehatan karena memang aturan. Saat ini bank-bank jauh lebih hati-hati dibandingkan dengan era sebelumnya. Aturan konglomerasi perbankan yang sudah ada membuat bank-bank lebih prudent dan mengantisipasi krisis. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Poin Penting Ekonomi RI 2025 diproyeksi tumbuh 5,07 persen yoy, lebih tinggi dari realisasi 2024… Read More
Poin Penting Saham BBTN menguat 3,27 persen ke Rp1.265, menjadi bank BUMN dengan kenaikan year… Read More
Poin Penting Sepanjang 2025, Bank Mandiri merealisasikan 1.174 program TJSL di 12 wilayah Indonesia sebagai… Read More
Poin Penting Penerimaan negara hingga 31 Januari 2026 mencapai Rp172,7 triliun, tumbuh 9,8 persen yoy… Read More
Poin Penting Pemerintah dan Komisi XI DPR RI sepakat membentuk panja untuk membahas revisi UU… Read More
Poin Penting OJK dan BEI perkuat sinergi penegakan hukum untuk menjaga integritas pasar modal, termasuk… Read More