Poin Penting:
- Investasi Eropa diproyeksikan menguat setelah IEU-CEPA ditandatangani dan diratifikasi.
- Banyak menteri dan delegasi bisnis Eropa dijadwalkan berkunjung ke Indonesia.
- Sejumlah anggota keluarga kerajaan Eropa juga disebut akan datang dalam waktu dekat.
Jakarta – Efek investasi Eropa mulai terasa sebelum Perjanjian Kerjasama Ekonomi IEU-CEPA berlaku, ditandai rencana kunjungan elite politik dan bisnis Eropa. Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Denis Chaibi menyebut rombongan besar segera datang.
Pernyataan itu disampaikan Denis dalam pertemuan dengan Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto. Pertemuan berlangsung di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat, 21 Agustus 2026.
“Bapak Menteri telah mendengar begitu banyak duta besar negara anggota menyampaikan mengenai kunjungan-kunjungan yang akan datang,” kata Denis.
“Kami akan kedatangan banyak menteri, delegasi bisnis, bahkan sejumlah anggota keluarga kerajaan ke Indonesia dalam waktu dekat,” tambahnya.
Baca juga: UE Dorong IEU-CEPA Segera Ditandatangani, RI Targetkan Oktober 2026
Investasi Eropa Mulai Bergerak Jelang IEU-CEPA
Menurut Denis, kunjungan tersebut diarahkan untuk memanfaatkan peluang yang diberikan IEU-CEPA. Arus kunjungan itu menunjukkan minat perusahaan Eropa mulai menguat terhadap pasar Indonesia.
“Proses ratifikasi ini akan memicu investasi yang kuat serta meningkatkan minat perusahaan-perusahaan Eropa untuk berinvestasi di Indonesia,” ujarnya.
Denis mengatakan, momentum tersebut juga berkaitan dengan persiapan implementasi perjanjian. Negara-negara anggota Uni Eropa mulai meningkatkan komunikasi dengan kementerian teknis Indonesia.
Langkah itu dinilai penting untuk membuka potensi investasi Eropa setelah perjanjian mulai berjalan. Dunia usaha juga didorong terlibat melalui satuan tugas bersama.
Airlangga sebelumnya menyebut kunjungan delegasi bisnis Eropa ke Indonesia terus meningkat. Delegasi bisnis Jerman bahkan telah dua kali datang dalam beberapa waktu terakhir.
“Tim dari Jerman sudah dua kali kemudian juga beberapa dari Prancis dan yang lain,” ujarnya.
Airlangga menyebut hampir seluruh negara Uni Eropa berpotensi membawa delegasi besar. Menurutnya, peningkatan kunjungan tersebut berkaitan erat dengan semangat IEU-CEPA.
Investasi Eropa Didorong Kepastian Implementasi
Pemerintah Indonesia menargetkan IEU-CEPA dapat ditandatangani pada Oktober 2026. Setelah itu, perjanjian akan memasuki proses ratifikasi oleh masing-masing pihak.
Indonesia sendiri menyiapkan mekanisme Perpres untuk mempercepat proses implementasi. Airlangga mengatakan langkah tersebut telah dibahas bersama DPR.
Pemerintah juga menyiapkan implementing agreement dan peraturan pemerintah sebagai aturan turunan. Seluruh ketentuan akan berjalan setelah perjanjian diratifikasi kedua pihak.
Airlangga menyebut kunjungan Komisioner Varos dan Presiden Uni Eropa turut dipersiapkan. Kunjungan tersebut direncanakan berlangsung sekitar akhir Oktober atau awal November.
Momentum itu dinilai penting karena fasilitas GSP Indonesia akan berakhir akhir tahun. Ratifikasi cepat diperlukan agar tidak muncul kesenjangan fasilitas perdagangan.
Investasi Eropa Menyasar Energi hingga Teknologi
Peluang kerja sama tidak hanya berada pada sektor perdagangan barang. Indonesia dan Eropa telah membahas sejumlah sektor yang berpotensi menjadi penggerak investasi.
Airlangga menyebut energi terbarukan menjadi salah satu sektor yang diperhatikan kedua pihak. Sektor digital dan keamanan siber juga masuk dalam pembahasan kerja sama.
Pertanian turut menjadi bidang yang memiliki peluang pengembangan lebih lanjut. Di sisi lain, Eropa memiliki kekuatan pada manufaktur dan inovasi teknologi.
Sharon Lennon, Duta Besar Irlandia, juga menekankan pentingnya peningkatan investasi kedua kawasan. Irlandia saat ini memegang Presidensi Dewan Uni Eropa.
“Kami ingin menunjukkan bagaimana perjanjian ini dapat memberikan manfaat bersama bagi kedua pihak, meningkatkan kemitraan, meningkatkan investasi, serta memperkuat pemahaman bersama antara kedua kawasan,” kata Sharon.
Baca juga: Uni Eropa Bidik Mineral Kritis dan Rantai Pasok Indonesia
Bagi Indonesia, IEU-CEPA diharapkan membuka potensi ekonomi yang selama ini belum optimal. Airlangga menyebut perjanjian tersebut sebagai game changer bagi Indonesia.
IEU-CEPA nantinya membuat 95 persen pos tarif Indonesia langsung menjadi nol persen. Tarif lainnya akan diturunkan secara bertahap sesuai ketentuan perjanjian.
Kombinasi akses pasar dan kepastian implementasi menjadi daya tarik baru bagi pelaku usaha. Rangkaian kunjungan elite Eropa memperkuat sinyal meningkatnya investasi Eropa ke Indonesia.
Jika target penandatanganan Oktober terealisasi, momentum tersebut akan semakin kuat. Indonesia kini bersiap menyambut gelombang kunjungan politik dan bisnis dari Eropa. (*)
Editor: Galih Pratama


