Poin Penting
- KEK Industropolis Batang menggandeng Dinas Pendidikan Jateng untuk menyiapkan lulusan SMK sesuai kebutuhan industri
- Kolaborasi mencakup pelatihan, magang, sertifikasi, dan praktik kerja melalui Program NGOPENI SMK
- Kerja sama diarahkan untuk memperkuat kompetensi, karakter, dan kesiapan kerja siswa SMK.
Jakarta – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah. Kerja sama ini terkait penguatan karakter dan kesiapan kerja peserta didik serta lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Sinergi antara industri dan pendidikan vokasi ini menjadi tindak lanjut kesepakatan bersama antara KEK Industropolis Batang dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang sudah ditandatangani Agustus tahun lalu. Kesepakatan ini mencakup pembangunan ekonomi dan sumber daya manusia (SDM) di Jawa Tengah.
Kerja sama ini menjadi langkah konkret pelaku industri dan pemerintah daerah dalam menyiapkan SDM yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Baca juga: Ekonom: Jangan Asal Bikin KEK, Sesuaikan dengan Kebutuhan Investor
Direktur Keuangan & Manajemen Risiko KEK Industropolis Batang, Angga Arie Saputra, mengungkapkan, dari persepektif pelaku industri, kolaborasi dengan dunia pendidikan menjadi bagian penting dalam menyiapkan SDM yang sesuai kebutuhan.
Angga menegaskan, KEK Industropolis Batang tidak hanya dibangun dengan infrastruktur, listrik, air, dan teknologi, tapi juga membutuhkan kompeten untuk mengoperasikan, memelihara, dan mengembangkan seluruh ekosistem industri di dalamnya.
“Karena itu, kami melihat SMK memiliki posisi penting sebagai salah satu sumber talenta bagi kawasan. Melalui Program NGOPENI SMK, kami ingin memperkuat jembatan antara dunia pendidikan dan industri agar peserta didik dapat lebih mengenal kebutuhan dunia kerja sejak di bangku sekolah,” jelasnya dalam keterangan resmi, Jum’at, 21 Agustus 2026.
Dengan kolaborasi ini, pelaku industri terlibat lebih konkret pembekalan, pelatihan, dan pengembangan kompetensi sesuai kebutuhan.
Sementara dari sisi peserta didik, mereka tidak hanya dibekali kompetensi sesuai bidang pendidikanya, tapi juga memahami disiplin, tanggung jawab, budaya kerja, serta memiliki kemauan untuk terus belajar dan berkembang.
Di kesempatan sama, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Sadimin, menegaskan, pentingnya menyiapkan lulusan SMK agar bisa memasuki dunia kerja secara langsung. Langkah itu diwujudkan lewat penguatan karakter serta peningkatan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dan perkembangan industri.
Sementara Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Jawa Tengah, Mohammad Saleh, menambahkan, kompetensi peserta didik perlu mengikuti perkembangan dunia industri dan tidak bersifat monoton.
“Selain kompetensi, peserta didik juga perlu dibekali karakter serta kemampuan beradaptasi dalam menghadapi berbagai perubahan dan perkembangan zaman,” tegasnya.
Baca juga: Pemerintah Makin Aktif “Intervensi” Ekonomi, Pelaku Usaha Diminta Adaptif
Sebagai informasi, ruang lingkup kerja sama kedua pihak ini mencakup penyelarasan materi pembekalan dan pelatihan kesiapan kerja, fasilitasi kunjungan pabrik dan industri, serta keterlibatan praktisi industri sebagai narasumber, instruktur, mentor, penguji, dan pemberi umpan balik.
Kedua pihak juga memfasilitasi pelatihan, pembekalan, asesmen, sertifikasi kompetensi, magang, praktek kerja lapangan, dan kegiatan lain.
Soal penyelarasan pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, sebelumnya juga menekankan pentingnya keterhubungan pendidikan kejuruan dengan perkembangan dan kebutuhan dunia kerja.
Maka itu, kurikulum SMK didorong terus adaptif, dinamis, dan terintegrasi dengan standar kompetensi yang dibutuhkan. (*) Ari Astriawan


