Poin Penting
- Menkomdigi Meutya Hafid mengecam tindakan Israel yang mencegat kapal misi kemanusiaan menuju Gaza.
- Tiga jurnalis Indonesia dari Republika dan Tempo ikut dalam rombongan dan hingga kini belum bisa dihubungi.
- Pemerintah RI melalui Kemlu dan Kemkomdigi terus berkoordinasi untuk memastikan perlindungan serta keselamatan WNI dalam misi tersebut.
Jakarta – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) RI Meutya Hafid mengecam keras tindakan militer Israel yang mencegat dan menahan rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di perairan Mediterania Timur menuju Gaza.
Dalam rombongan tersebut terdapat sejumlah jurnalis Indonesia, yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo, yang tengah menjalankan tugas jurnalistik meliput misi kemanusiaan internasional.
“Kami mengikuti dengan penuh keprihatinan kabar mengenai jurnalis Indonesia yang tengah menjalankan tugas peliputan dalam misi kemanusiaan menuju Gaza. Di tengah situasi konflik, keselamatan warga negara Indonesia termasuk insan pers harus selalu menjadi perhatian kita semua,” ungkap Meutya dalam keterangannya, Selasa, 19 Mei 2026.
Baca juga: Sembilan WNI Diculik Israel saat Misi Legal ke Gaza, Total 332 Aktivis-Jurnalis Ditahan
Menkomdigi Soroti Perlindungan Insan Pers
Meutya menegaskan jurnalis hadir untuk membawa suara kemanusiaan dan menyampaikan fakta kepada publik dunia. Karena itu, kerja jurnalistik perlu dihormati dan diberikan ruang aman, terutama dalam situasi krisis kemanusiaan.
Berdasarkan informasi dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, sedikitnya 10 kapal misi kemanusiaan telah ditahan, termasuk kapal Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys. Hingga kini, kapal yang membawa jurnalis Indonesia masih belum dapat dihubungi dan status awak di dalamnya belum diketahui secara pasti.
Pihaknya juga menyatakan dukungan terhadap langkah diplomatik Kemlu RI untuk memastikan perlindungan dan keselamatan seluruh WNI dalam rombongan tersebut.
Baca juga: Redam Gejolak Rupiah, Purbaya Sudah Masuk Pasar Obligasi Sejak Pekan Lalu
“Kemkomdigi akan terus berkoordinasi dengan Kemlu dan pihak terkait lainnya untuk memantau perkembangan dan mendukung langkah perlindungan bagi warga negara Indonesia dalam misi tersebut,” imbuh Meutya.
Kemlu Siapkan Langkah Perlindungan WNI
Kemlu RI sebelumnya menyatakan telah berkoordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman guna menyiapkan langkah pelindungan serta percepatan pemulangan WNI apabila diperlukan.
“Doa dan harapan kami menyertai seluruh jurnalis dan relawan kemanusiaan agar senantiasa diberikan keselamatan,” pungkasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra


