Poin Penting
- Finex memperkuat layanan nasabah dengan fokus pada kemudahan trading, percepatan deposit dan penarikan dana, serta respons bantuan di tengah persaingan industri pialang berjangka.
- Finex mendominasi Broker Performance JFX, menempati posisi pertama pada enam dari tujuh bulan sepanjang Januari–Juli 2026.
- Finex kembali meraih peringkat tertinggi Bappebti pada periode Januari–Maret 2026, sekaligus mencatat pencapaian tersebut selama delapan triwulan berturut-turut.
Jakarta – Membuka akun trading boleh jadi menjadi awal hubungan nasabah dengan pialang. Namun, kualitas layanan justru mulai diuji ketika nasabah melakukan penarikan dana, mengecek biaya transaksi, atau membutuhkan bantuan di tengah pergerakan pasar yang bergerak cepat.
Aspek tersebut menjadi perhatian Finex dalam melihat semakin ketatnya persaingan industri pialang berjangka. Di tengah produk dan fasilitas yang semakin seragam, kemampuan menjaga kepercayaan nasabah dinilai menjadi pembeda yang semakin penting.
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mencatat terdapat 67 perusahaan pialang berjangka aktif yang dinilai pada triwulan I 2026. Sebagian besar menawarkan fasilitas yang relatif serupa, mulai dari akses perdagangan emas, forex, dan indeks hingga aplikasi trading serta akun demo.
Namun, bagi trader, kualitas pialang tidak semata-mata terlihat dari fasilitas yang ditawarkan. Pengalaman ketika menggunakan layanan menjadi bagian penting dalam menentukan pilihan.
Baca juga: OJK Cegah Pialang dan Reasuransi Ilegal Lewat QR Code STTD
Seberapa cepat dana hasil penarikan masuk ke rekening? Bagaimana pergerakan spread ketika pasar bergerak volatil? Seberapa responsif layanan bantuan ketika nasabah menghadapi kendala? Hingga apakah ketentuan transaksi sesuai dengan informasi yang disampaikan sejak awal?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut kerap menjadi bahan pembicaraan di komunitas trader, termasuk melalui grup Telegram dan WhatsApp. Pengalaman menggunakan layanan pada akhirnya turut membentuk persepsi terhadap sebuah pialang dan memengaruhi keputusan nasabah untuk melanjutkan transaksi.
CEO Finex Agung Wisnuaji mengatakan, perusahaan memilih fokus membenahi aspek layanan yang secara langsung dirasakan nasabah.
“Kami tidak pernah menargetkan jadi nomor satu di sebuah daftar. Yang kami targetkan adalah membuat trading lebih mudah dan lebih jelas untuk klien,” ujarnya.
“Kami mengerjakan produknya, mempercepat proses deposit dan penarikan dana, dan memastikan ada orang yang siap membantu saat klien membutuhkan. Kalau makin banyak trader yang memilih kami, itu jawaban apakah kerja keras ini sepadan.”
Salah satu indikator yang dapat digunakan untuk melihat aktivitas transaksi pialang adalah Broker Performance yang diterbitkan secara bulanan oleh Bursa Berjangka Jakarta atau Jakarta Futures Exchange (JFX). Daftar tersebut memberikan gambaran berkala mengenai aktivitas transaksi anggota bursa.
Sepanjang Januari hingga Juli 2026, Finex tercatat menempati posisi pertama dalam daftar tersebut pada enam dari tujuh bulan. Sementara pada Februari 2026, Finex berada di posisi kedua.
Agung menilai capaian tersebut bukan semata-mata sebagai pencapaian posisi, tetapi juga menjadi refleksi atas upaya perusahaan dalam membenahi layanan sekaligus masukan untuk pengembangan berikutnya.
“Daftar bulanan hanya menunjukkan apa yang dilakukan trader bulan lalu. Itu tidak menjamin apa yang akan mereka lakukan bulan depan. Bagian itu tetap harus terus diperjuangkan,” katanya.
Selain aktivitas transaksi, aspek kepatuhan menjadi indikator lain dalam melihat kinerja pialang berjangka. Dalam penilaian berkala Bappebti periode Januari–Maret 2026, sebanyak tujuh dari 67 pialang yang dinilai memperoleh peringkat tertinggi.
Finex menjadi salah satu perusahaan yang memperoleh peringkat tersebut. Pencapaian itu sekaligus menjadi yang kedelapan kalinya secara berturut-turut. Penilaian Bappebti mencakup sejumlah aspek, antara lain kepatuhan, integritas keuangan, pengawasan transaksi, penerapan anti-pencucian uang, hingga penanganan pengaduan nasabah.
Meski demikian, posisi dalam daftar aktivitas transaksi maupun penilaian regulator tetap perlu dilihat sesuai dengan fungsinya. Keduanya bukan jaminan keuntungan bagi nasabah dan tidak menghilangkan risiko kerugian dalam aktivitas trading.
Baca juga: Cara ICDX Ajak Perusahaan Pialang Ilegal Masuk Bursa Berjangka Komoditi
Trader tetap perlu memahami karakteristik instrumen, risiko, serta ketentuan transaksi sebelum mengambil keputusan investasi.
Bagi Finex, persaingan industri pialang pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh seberapa tinggi posisi dalam daftar aktivitas transaksi. Kepercayaan nasabah menjadi sesuatu yang harus dibangun dan diuji dari waktu ke waktu.
Sebab, kualitas layanan tidak berhenti pada saat akun berhasil dibuka. Pengujiannya justru berlangsung setiap kali nasabah bertransaksi, melakukan penarikan dana, menghadapi volatilitas pasar, hingga membutuhkan bantuan. (*)


