Ketua Asosiasi Analis Efek Indonesia, Haryajid Ramelan mengatakan, pencadangan memang perlu dilakukan, karena bank harus menekan potensi kredit macet, serta fokus dalam upaya perbaikan kualitas kredit.
Sehingga secara jangka panjang saham-saham bank, khususnya, bank BUMN masih potensial untuk dikoleksi. Terlebih, bank selalu menghasilkan laba dan memberikan dividen setiap tahunnya.
Baca juga: Saham Bank di 2017 Masih Menarik Investor
“Menurut saya BRI dan Mandiri masih bagus,” kata Haryajid di acara diskusi meneropong prospek saham perbankan 2017, kemarin.
Di kesempatan yang sama, Senior Investment Samuel Asset Management Joseph Pangaribuan mengungkapkan, bank-bank dalam beberapa tahun sendiri mengalami banyak tantangan. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Poin Penting IHSG Melemah 0,53 persen dan ditutup di level 6.989,42 dengan mayoritas saham dan… Read More
Poin Penting Krom Bank mencatat laba Rp143 miliar pada 2025, naik 16 persen yoy dari… Read More
Poin Penting: Pemerintah mengalihkan impor LPG dari Timur Tengah ke AS dan Australia untuk menjaga… Read More
Poin Penting OCTO Biz telah menjangkau lebih dari 21.000 nasabah perusahaan, dengan pertumbuhan rata-rata sekitar… Read More
Poin Penting: BI memproyeksikan permintaan rumah di Balikpapan meningkat pada 2026 seiring kelanjutan pembangunan IKN.… Read More
Poin Penting Momentum HUT ke-55 dimanfaatkan Askrindo untuk memperkuat peran dalam inklusi keuangan, dengan fokus… Read More