Poin Penting
- Mendagri mendorong pemda saling membantu menghadapi dampak bencana di berbagai daerah.
- Bantuan bersama tidak harus besar untuk memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak.
- Pemerintah pusat turut menambah dukungan anggaran bagi daerah yang terdampak bencana.
Jakarta – Bencana bisa terjadi kapan saja dan tidak mengenal batas wilayah pemerintahan. Mendagri Muhammad Tito Karnavian mendorong pemerintah daerah (Pemda) saling membantu menghadapi dampaknya.
Indonesia memiliki kondisi geografis yang membuat berbagai wilayah berpotensi mengalami bencana. Banyak gunung berapi, wilayah laut luas, serta sungai menjadi bagian dari risiko tersebut.
“Bencana bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Di sini kita memerlukan kegotongroyongan,” kata Tito dalam keterangannya, dikutip Antara, Minggu (30/8).
Pernyataan itu disampaikan setelah acara Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Jawa-Bali. Acara tersebut berlangsung di Kabupaten Badung, Bali, Jumat (28/8).
Baca juga: Pemerintah Siapkan Rp1,2 T untuk UMKM Korban Bencana Sumatera, Ini Syarat Penerimanya
Menurut Mendagri, kondisi tersebut membutuhkan solidaritas antardaerah. Pemda yang memiliki kemampuan lebih dapat membantu wilayah yang sedang menghadapi bencana.
Tito mengapresiasi sejumlah pemda yang telah memberikan bantuan kepada daerah terdampak. Bantuan tersebut disalurkan ke sejumlah wilayah terdampak di Sumatra dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan tersebut tidak hanya datang melalui penyaluran dukungan. Sejumlah kepala daerah bahkan mendatangi langsung wilayah yang terdampak bencana.
“Jadi sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada rekan-rekan (kepala daerah),” ujarnya.
Bantuan Tak Harus Besar
Tito menilai bantuan antardaerah tidak harus selalu diberikan dalam jumlah besar. Dukungan dari banyak Pemda dapat memberikan manfaat signifikan jika dilakukan bersama.
Semangat tersebut dinilai penting karena kebutuhan masyarakat terdampak dapat sangat besar. Gotong royong antardaerah dapat memperkuat kapasitas penanganan ketika bencana terjadi.
“Jadi sekali lagi ini solidaritas kita saling membantu antardaerah ketika terjadi bencana ini kiranya dapat menjadi tradisi kita dan itu sangat bermanfaat, jujur sangat bermanfaat bagi daerah-daerah terdampak,” kata Tito.
Dorongan itu sekaligus menekankan pentingnya kepedulian lintas wilayah. Daerah yang memiliki kemampuan lebih diharapkan tidak ragu membantu wilayah yang membutuhkan.
Pemerintah Pusat Tambah Anggaran
Selain mendorong solidaritas pemda, pemerintah pusat terus memberikan dukungan penanganan bencana. Dukungan tersebut diberikan untuk wilayah Sumatra dan NTT.
Di Sumatra, pemerintah pusat memberikan dukungan anggaran melalui tambahan Transfer ke Daerah. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap penanganan dampak bencana.
Baca juga: Dana Bantuan Gempa NTT Capai Rp4,35 Miliar, Ini Sumber dan Peruntukannya
Sementara di NTT, Presiden memberikan tambahan Belanja Tidak Terduga (BTT). Total tambahan BTT untuk wilayah tersebut mencapai Rp200 miliar.
Dukungan pusat dan bantuan antardaerah menjadi bagian dari penanganan dampak bencana. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat bantuan kepada masyarakat terdampak.
Pada akhirnya, Mendagri ingin gotong royong antardaerah menjadi tradisi dalam menghadapi bencana. Solidaritas tersebut dinilai penting karena bencana dapat terjadi di wilayah mana saja. (*)
Editor: Yulian Saputra


