Terkait mata uang AS sendiri mengalami pantulan tajam pekan lalu setelah Presiden AS Donald Trump menjanjikan rencana pajak “fenomenal” yang dipandang mendukung pertumbuhan ekonomi AS.
Semakin jelas bahwa nilai USD kuartal ini sangat terpengaruh oleh Trump. USD mengalami reli bullish karena optimisme terkait stimulus fiskal, belanja infrastruktur, dan pemotongan pajak. Ekspektasi kenaikan suku bunga di masa mendatang juga berperan dalam mendukung USD. “Kurs USD sepertinya akan tetap kuat dalam jangka waktu menengah dan panjang,” jelasnya.
Baca juga: Keuangan Syariah Solusi Perlambatan Ekonomi Global
Walaupun USD mungkin tertopang di jangka yang lebih panjang, ada risiko USD dapat melemah di jangka pendek apabila pengumuman pajak di beberapa pekan mendatang mengecewakan pasar.
Melihat hal itu, Lukman beranggapan dari sudut pandang teknikal, Indeks Dolar tetap agak tertekan di grafik harian. Apabila terjadi penurunan di bawah 100.50 maka akan terbuka jalan menuju 100.00. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Wacana pemotongan gaji menteri dan DPR masih dalam pembahasan. Menteri Keuangan Purbaya memperkirakan… Read More
Poin Penting Trisula Textile Industries mencatat laba bersih Rp12,57 miliar pada 2025, naik 9 persen… Read More
Poin Penting Kemenkop dan BPJS Kesehatan teken MoU untuk perluas layanan kesehatan di desa. Kopdes… Read More
Poin Penting Bank Aladin Syariah berbalik dari rugi Rp73,73 miliar (2024) menjadi laba Rp150,71 miliar… Read More
Poin Penting: Anggota DPR mendesak pemerintah segera intervensi pasar menyusul harga plastik naik yang membebani… Read More
Poin Penting: BGN telah merealisasikan pengadaan 21.801 motor untuk kepala SPPG, namun belum didistribusikan. Seluruh… Read More