Terkait mata uang AS sendiri mengalami pantulan tajam pekan lalu setelah Presiden AS Donald Trump menjanjikan rencana pajak “fenomenal” yang dipandang mendukung pertumbuhan ekonomi AS.
Semakin jelas bahwa nilai USD kuartal ini sangat terpengaruh oleh Trump. USD mengalami reli bullish karena optimisme terkait stimulus fiskal, belanja infrastruktur, dan pemotongan pajak. Ekspektasi kenaikan suku bunga di masa mendatang juga berperan dalam mendukung USD. “Kurs USD sepertinya akan tetap kuat dalam jangka waktu menengah dan panjang,” jelasnya.
Baca juga: Keuangan Syariah Solusi Perlambatan Ekonomi Global
Walaupun USD mungkin tertopang di jangka yang lebih panjang, ada risiko USD dapat melemah di jangka pendek apabila pengumuman pajak di beberapa pekan mendatang mengecewakan pasar.
Melihat hal itu, Lukman beranggapan dari sudut pandang teknikal, Indeks Dolar tetap agak tertekan di grafik harian. Apabila terjadi penurunan di bawah 100.50 maka akan terbuka jalan menuju 100.00. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More
Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More
Poin Penting Kredit konsumen Bank Danamon tumbuh double digit di 2025, mencapai sekitar 12–15 persen,… Read More
Poin Penting BSN meluncurkan Bale Syariah by BSN sebagai mobile banking syariah terpadu untuk menjawab… Read More
Poin Penting Juda Agung resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang menjadi… Read More
Poin Penting Maraknya penagihan intimidatif berdampak pada kebijakan perusahaan pembiayaan, yang kini memperketat prinsip kehati-hatian… Read More