Jakarta–Sentimen terhadap perekonomian Indonesia terdongkrak bulan ini setelah agensi pemeringkat Moody meningkatkan prospek kredit Indonesia dari “stabil” menjadi “positif” karena stabilnya fundamental ekonomi.
Prospek kredit yang positif ini disambut gembira di Indonesia dengan membaiknya selera risiko, dan Indeks Harga Saham Gabungan pun menguat.
Namun bagaimana prospek ekonomi ke depan, khususnya untuk jangka panjang? Apakah masih akan melambat? Bisakah ini menjadi tolok ukur kebangkitan ekonomi dunia?
Analis ForexTime, Lukman Otunuga mengungkapkan, data ekonomi dari perekonomian terbesar di Asia Tenggara terus menampilkan tren positif dan prospek keseluruhannya menunjukkan pemulihan yang baik di jangka yang lebih panjang. Melihat hal tersebut Bank Indonesia pun diprediksi tidak akan mengubah kebijakan di pekan ini.
“Walaupun masih ada ancaman risiko eksternal di ekonomi global yang mungkin dapat berimbas kepada Indonesia, ekonomi negara ini tetap berdiri tegas,” jelas Lukman di Jakarta, Selasa, 14 Februari 2017. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Oleh Tim Infobank SEMARANG, sebuah ruang pengadilan menjadi panggung sebuah drama yang memilukan sekaligus mengusik… Read More
Poin Penting OJK optimistis premi asuransi tumbuh pada 2026 seiring membaiknya konsolidasi industri dan penguatan… Read More
Poin Penting OJK menargetkan pertumbuhan kredit perbankan 10-12 persen pada 2026, dengan proyeksi pertumbuhan dana… Read More
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting Ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% (yoy) pada kuartal IV 2025, tertinggi dalam empat kuartal… Read More
Poin Penting Pemerintah resmi menghentikan subsidi motor listrik pada 2026, melanjutkan kebijakan tanpa insentif sejak… Read More