Di sisi lain, prospek Presiden AS Donald Trump yang mengeluarkan rencana perpajakan “fenomenal” di beberapa pekan mendatang telah mendongkrak sentimen risiko sehingga saham global pun membaik.
Saham Asia menguat pada awal perdagangan hari senin dan selera trading yang diperkuat oleh efek Trump membuat pasar Eropa memasuki teritori hijau.
Baca juga: Prospek Ekonomi Indonesia Masih Menjanjikan
Wall Street mungkin juga menguat apabila momentum bullish dari Asia dan Eropa ditambah dengan efek Trump mendorong investor untuk mencari aset berisiko.
Walaupun ada kemungkinan saham menguat pekan ini karena membaiknya selera risiko, ancaman bahwa rencana perpajakan “fenomenal” Trump tidak mencapai ekspektasi pasar mungkin membatasi peningkatan. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Poin Penting CNMA membagikan dividen Rp12 per saham, termasuk dividen interim Rp5 per saham. Pembayaran… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 0,26 persen ke level 6.971,02. Mayoritas sektor melemah, dipimpin sektor… Read More
Poin Penting: Trump mengeklaim AS mampu menghancurkan Iran dalam satu malam dan menyebut kemungkinan beraksi… Read More
Poin Penting Wacana pemotongan gaji menteri dan DPR masih dalam pembahasan. Menteri Keuangan Purbaya memperkirakan… Read More
Poin Penting Trisula Textile Industries mencatat laba bersih Rp12,57 miliar pada 2025, naik 9 persen… Read More
Poin Penting Kemenkop dan BPJS Kesehatan teken MoU untuk perluas layanan kesehatan di desa. Kopdes… Read More