Di sisi lain, prospek Presiden AS Donald Trump yang mengeluarkan rencana perpajakan “fenomenal” di beberapa pekan mendatang telah mendongkrak sentimen risiko sehingga saham global pun membaik.
Saham Asia menguat pada awal perdagangan hari senin dan selera trading yang diperkuat oleh efek Trump membuat pasar Eropa memasuki teritori hijau.
Baca juga: Prospek Ekonomi Indonesia Masih Menjanjikan
Wall Street mungkin juga menguat apabila momentum bullish dari Asia dan Eropa ditambah dengan efek Trump mendorong investor untuk mencari aset berisiko.
Walaupun ada kemungkinan saham menguat pekan ini karena membaiknya selera risiko, ancaman bahwa rencana perpajakan “fenomenal” Trump tidak mencapai ekspektasi pasar mungkin membatasi peningkatan. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Poin Penting Sempat terkoreksi 5,15 persen ke Rp1.115 saat IHSG anjlok akibat sentimen MSCI, saham… Read More
Melalui kehadiran booth ini, BCA Syariah memperkenalkan berbagai produk dan layanan perbankan syariah, yaitu mobile… Read More
Oleh: Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group PERTUMBUHAN ekonomi kuartal IV tahun 2025 sebesar… Read More
Poin Penting Fakta persidangan menegaskan proses pengajuan hingga pencairan kredit Sritex berjalan tanpa intervensi direksi,… Read More
Oleh Rizky Triputra, Anggota Komunitas Penulis Asuransi indonesia (Kupasi) CHARTERED Insurance Institute (CII), sebuah lembaga… Read More
Poin Penting Pada pembukaan perdagangan 6 Februari 2026 pukul 09.00 WIB, IHSG turun tajam dari… Read More