Prabowo Soroti Birokrasi, Korupsi, dan Aparat
Prabowo turut menyoroti lambannya birokrasi dan praktik pungutan liar yang dinilai menghambat investasi.
“Kalau Malaysia bisa bikin izin dalam dua minggu kenapa kita izinnya dua tahun? Memalukan!” ujar Prabowo.
Ia meminta seluruh kementerian dan lembaga membersihkan birokrasi masing-masing.
Prabowo juga menegaskan aparat penegak hukum tidak boleh menjadi pelindung praktik ilegal.
“TNI dan Polri adalah tentara dan polisi milik rakyat!” tegasnya.
Ia bahkan meminta masyarakat merekam aparat yang melakukan pelanggaran.
“Kalau ada kelakuan aparat yang enggak beres, saya minta rakyat video,” kata Prabowo.
Prabowo Tekankan Industrialisasi dan Swasembada
Dalam pidato Prabowo itu pula, Presiden menekankan pentingnya industrialisasi dan hilirisasi sumber daya alam.
“Kita harus bikin mobil kita sendiri, kita harus bikin motor kita sendiri, kita harus bikin televisi, komputer, handphone kita sendiri,” ujarnya.
Prabowo juga menyampaikan capaian program swasembada pangan dan cadangan beras nasional.
“Cadangan beras yang kita kuasai 5,3 juta ton,” katanya.
Selain itu, ia memaparkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut telah menjangkau 62,4 juta penerima setiap hari.
Program lain yang disorot dalam pidato Prabowo adalah pembentukan Danantara sebagai sovereign wealth fund Indonesia untuk mempercepat industrialisasi dan pembiayaan pembangunan nasional.
Seruan Gotong Royong dan Persatuan Nasional
Di bagian akhir pidatonya, Prabowo menyerukan pentingnya persatuan nasional dan gotong royong.
“Kita harus percaya kepada kekuatan kita sendiri!” tegasnya.
Ia juga menyinggung hubungan politik dengan PDIP dan pentingnya check and balances dalam demokrasi.
“Setiap pemimpin harus mau dikritik, setiap eksekutif harus diawasi,” ujar Prabowo.
Pidato Prabowo kemudian ditutup dengan seruan persatuan dan semangat kebangkitan nasional.
“Indonesia sekarang berdiri di atas kaki kita sendiri!” katanya.


