Poin Penting
- Maybank Indonesia menerapkan strategi “dua kaki” dengan membagi pembiayaan otomotif ke dua entitas, yaitu Maybank Finance dan WOM Finance agar bisnis lebih fokus dan efisien
- Maybank Finance fokus pada pembiayaan mobil baru, sementara WOM Finance menggarap roda dua, refinancing, dan pembiayaan ritel
- Keunggulan kompetitif didorong sinergi ekosistem grup (bank, sekuritas, asuransi, manajemen aset) serta diferensiasi berbasis nilai syariah untuk menghadapi tantangan industri.
Jakarta – Di tengah persaingan industri multifinance, Maybank Indonesia memilih strategi “dua kaki” dalam menggarap pembiayaan otomotif.
Alih-alih saling tumpang tindih, perusahaan justru membagi pasar secara tegas antara dua entitas pembiayaannya, yakni Maybank Finance dan WOM Finance.
Presiden Direktur Maybank Indonesia sekaligus Presiden Komisaris WOM Finance, Steffano Ridwan, menegaskan bahwa pembagian segmen menjadi kunci agar bisnis tetap fokus dan efisien.
“Semua untuk pembiayaan otomotif bisnis, kami channelkan melalui dua perusahaan pembiayaan yang kami miliki. Yang pertama adalah Maybank Finance, dan yang kedua adalah WOM Finance,” ujarnya saat ditemui usai RUPS WOM Finance di Jakarta, Senin (30/3).
Baca juga: Pembiayaan Baru WOM Finance Tembus Rp5,94 Triliun di 2025, Tumbuh 9,35 Persen
Ia menjelaskan, diferensiasi peran keduanya sudah dirancang jelas sejak awal. Maybank Finance diarahkan untuk menggarap pembiayaan mobil baru, sementara WOM Finance fokus pada pembiayaan roda dua, refinancing, serta pembiayaan ritel lainnya.
“Jadi jelas segmennya, maupun juga peruntukannya,” tegas Steffano.
Namun, Steffano tidak menampik bahwa industri pembiayaan saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari daya beli masyarakat hingga tekanan kompetisi. Meski demikian, ia menilai kunci bertahan bukan sekadar ekspansi, melainkan membangun ekosistem yang terintegrasi.
“Tentunya pembiayaan ini penuh dengan tantangan. Tetapi dengan fokus segmen, target siapa nasabahnya, kemudian juga prosesnya, dan juga bagaimana kita bisa membangun sebuah ekosistem dengan bank, dengan yang lain-lain,” jelasnya.
Menurutnya, keunggulan Maybank terletak pada kelengkapan lini bisnis dalam grup, mulai dari perbankan, sekuritas, hingga manajemen aset dan asuransi. Sinergi ini menjadi pembeda dibandingkan pemain lain di industri.
“Maybank tidak hanya punya pembiayaan, tapi ada bank, sekuritas, asset management, dan asuransi. Tentunya kita bisa membuat satu ekosistem yang menjadi sesuatu yang berbeda,” imbuh Steffano.
Tak hanya itu, identitas sebagai salah satu bank syariah global juga menjadi nilai tambah tersendiri dalam menghadapi persaingan.
Baca juga: Maybank Indonesia Mau Gelar RUPST 17 April 2026, Intip Agendanya
“Sebagai salah satu Islamic Bank terbesar di dunia, dengan value Islamic tadi kita bisa membuat sebuah differentiation untuk perform kompetisi yang ada,” katanya.
Terkait dukungan permodalan ke depan, Steffano membuka ruang fleksibilitas. Ia memastikan, tambahan modal untuk WOM Finance akan disesuaikan dengan kebutuhan bisnis dan ekspansi ke depan.
“Untuk modal tentunya akan disesuaikan dengan kebutuhan ke depannya,” pungkasnya. (*) Alfi Salima Puteri










