Poin Penting
- Investor asing mencatat net buy Rp243,21 miliar pada 21 April 2026, dengan fokus pembelian pada saham sektor energi meski secara year-to-date masih net sell Rp34,07 triliun
- Lima saham yang paling banyak diborong asing adalah EMAS, BNBR, INDY, BULL, dan UNTR, dengan nilai pembelian terbesar pada EMAS dan BNBR
- IHSG ditutup melemah 0,46% ke level 7.559,38, meski mayoritas saham dan beberapa sektor utama seperti industrial, bahan baku, dan transportasi masih mencatat penguatan.
Jakarta – Di tengah pengumuman review Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap pasar saham Indonesia, investor asing terpantau net foreign buy sebesar Rp243,21 miliar pada perdagangan Selasa, 21 April 2026.
Kali ini, saham-saham yang diborong oleh investor asing berasal dari sektor energi. Secara akumalasi, net foreign sell secara year-to-date (ytd) sejak awal tahun tercatat senilai Rp34,07 triliun.
Baca juga: Begini Respons OJK soal MSCI Kembali Bekukan Rebalancing Saham RI
Berdasarkan data Philip Sekuritas Indonesia, ada lima saham paling banyak diborong investor asing. Berikut rinciannya:
- PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS): Rp129,50 miliar
- PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR): Rp113,21 miliar
- PT Indika Energy Tbk (INDY): Rp67,67 miliar
- PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL): Rp61,64 miliar
- PT United Tractors Tbk (UNTR): Rp57,32 miliar.
Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan kemarin (21/4) ditutup bertahan pada zona merah ke posisi 7.559,38 atau melemah 0,46 persen dari level 7.594,11.
Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat 264 saham terkoreksi, 386 saham menguat, dan 168 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: Kiwoom Sekuritas Beberkan Dampak Reviu MSCI bagi Pasar Saham RI
Kemudian, sebanyak 43,54 miliar saham diperdagangkan dengan 2,70 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi Rp18,00 triliun.
Mayoritas sektor juga terpantau masih menguat, dengan tiga sektor teratas, antara lain sektor industrial, sektor bahan baku, dan sektor transportasi. (*)
Editor: Galih Pratama








