Poin Penting
- Waskita Karya menggarap proyek Jembatan Pulau Laut senilai Rp1,02 triliun.
- Proyek sepanjang 1.047 meter ditargetkan rampung kurang dari tiga tahun.
- Jembatan akan meningkatkan konektivitas, distribusi logistik, dan ekonomi daerah.
Jakarta – PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) kembali menambah portofolio di sektor konektivitas melalui proyek pembangunan Jembatan Pulau Laut di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, senilai Rp1,02 triliun.
Jembatan sepanjang 1.047 meter tersebut ditargetkan rampung dalam waktu kurang dari tiga tahun. Perseroan berkomitmen menyelesaikan proyek sesuai target waktu, standar mutu, dan aspek keselamatan kerja, agar dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Penandatanganan kontrak dilakukan pada akhir Maret 2026 oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalimantan Selatan, M Yasin Toyib. Kegiatan ini turut disaksikan Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin dan Ketua DPRD Kalimantan Selatan Supian HK.
Baca juga: Waskita Karya Garap Proyek Rumah Sakit di Maluku, Segini Nilai Kontraknya
Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, menyatakan proyek ini menjadi momentum penting dalam mendukung pengembangan infrastruktur di Kalsel.
Ia juga berharap melalui proyek jembatan tersebut, sarana konektivitas yang lebih aman untuk masyarakat dapat terwujud.
“Jembatan Pulau Laut ini telah ditunggu-tunggu masyarakat, karena menghubungkan Kabupaten Kotabaru dan Tanah Bumbu, sehingga nantinya dapat memudahkan perjalanan atau mobilitas warga,” ucap Ermy dalam keterangan resmi di Jakarta, 22 April 2026.
Baca juga: Waskita Karya Rampungkan 5 Blok Hunian Sementara di Aceh Utara
Lebih lanjut ia menjelaskan, proyek tersebut akan meningkatkan aksesibilitas antara Pulau Kalimantan dan Pulau Laut, serta memperlancar distribusi logistik. Hal ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru.
“Pembangunan ini sejalan dengan semangat Asta Cita Pemerintah, khususnya terkait pemerataan pembangunan infrastruktur. Kami meyakini semakin banyak proyek konektivitas terbangun, maka semakin cepat pula kesejahteraan masyarakat di seluruh Indonesia bisa tercapai,” imbuhnya.
Proyek ini juga diproyeksikan membuka lebih banyak lapangan kerja di daerah. Ke depan, Waskita Karya menegaskan akan terus berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur nasional yang inklusif dan berkelanjutan. (*)
Editor: Yulian Saputra








