Poin Penting
- Maybank Group menyalurkan investasi sosial Rp131,44 triliun sepanjang 2025, yang menjangkau 1,49 juta penerima manfaat di berbagai negara ASEAN.
- Sebagian besar dana dialokasikan untuk pembiayaan inklusif dan UMKM, termasuk mendukung 490.000 nasabah berpenghasilan rendah dan lebih dari 14.000 pelaku UMKM.
- Program sosial juga mencakup pendidikan, pemberdayaan komunitas, dan pelestarian lingkungan, termasuk menjangkau lebih dari 500.000 pelajar dan melindungi habitat Harimau Malaya.
Jakarta – Seiring implementasi strategi ROAR30, Maybank Group memperkuat posisinya sebagai institusi berbasis nilai di kawasan Asia Tenggara. Sepanjang 2025, perusahaan menyalurkan investasi pembangunan sosial sebesar RM29,41 miliar atau sekitar Rp131,44 triliun (kurs RM1 = Rp4.470).
Investasi tersebut memberikan manfaat kepada 1,49 juta penerima di berbagai negara ASEAN. Secara kumulatif, sepanjang 2014–2025, total investasi sosial yang dimobilisasi Maybank Group di kawasan mencapai RM76,02 miliar atau sekitar Rp340,67 triliun dengan cakupan 5,76 juta penerima manfaat.
Pelaksanaan program sosial Maybank didorong melalui pilar Social Financing. Sepanjang 2025, perusahaan mengalokasikan dana sebesar RM29,33 miliar atau sekitar Rp130,99 triliun.
Baca juga: Maybank Indonesia Kantongi Laba Sebelum Pajak Rp397 Miliar di Kuartal I 2026
Dana tersebut digunakan untuk menyediakan akses pembiayaan bagi 490.000 nasabah berpenghasilan rendah dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dari jumlah tersebut, RM24,30 miliar atau sekitar Rp108,63 triliun disalurkan untuk mendukung lebih dari 14.000 pelaku UMKM di kawasan ASEAN.
Perkuat Pendidikan dan Pemberdayaan Komunitas
Selain memperluas akses keuangan, Maybank juga memperkuat aspek Social Empowerment dengan memobilisasi dana lebih dari RM77 juta atau sekitar Rp344,24 miliar untuk 110 program yang berfokus pada pendidikan dan pemberdayaan komunitas marjinal.
Di sektor pendidikan, dana sebesar RM26 juta atau sekitar Rp116,24 miliar dialokasikan untuk mendukung lebih dari 500.000 pelajar, termasuk lewat program literasi keuangan CashVille Kidz di 8 negara ASEAN.
Baca juga: Bidik Pasar Haji dan Umrah, Maybank Indonesia Hadirkan Amanah Pro
Sedangkan pada program berbasis komunitas, Maybank merangkul lebih dari 400.000 warga marjinal melalui program kemandirian finansial bagi penyandang disabilitas “R.I.S.E.” dan komunitas penenun perempuan tradisional yakni Maybank Women Eco-Weavers.
Dukung Pelestarian Lingkungan dan Program Zakat
Komitmen keberlanjutan juga menyasar sektor lingkungan melalui kerja sama dengan WWF Malaysia untuk memantau dan melindungi habitat Harimau Malaya yang kini populasinya di alam liar kritis di bawah 150 ekor. Kegiatan ini dilaksanakan melalui Maybank Foundation.
Selain itu, Maybank Islamic dan Etiqa menyalurkan dana zakat sebesar RM30,97 juta atau sekitar Rp138,46 miliar untuk mendukung program beasiswa dan pengembangan wirausaha komunitas. Langkah tersebut dilakukan guna mendorong terciptanya layanan keuangan yang inklusif, transparan, dan berkelanjutan.
“Bagi Maybank, keberhasilan tidak hanya diukur dari profit yang dicapai, tetapi juga dari nilai yang kami pegang dan dampak positif yang dapat dihadirkan kepada masyarakat,” terang Tan Sri Dato’ Sri Ir. Zamzamzairani Mohd Isa, Chairman Maybank dalam keterangan resmi, dikutip Jumat, 5 Juni 2026.
Baca juga: Strategi Maybank Indonesia Percepat Transisi Hijau di Sektor Perbankan
Senada dengan hal tersebut, Dato’ Sri Khairussaleh Ramli, President & Group Chief Executive Officer Maybank Isa Sejalan, meyakini bahwa layanan keuangan memiliki nilai yang lebih besar ketika mampu menghadirkan perubahan positif dalam kehidupan masyarakat.
“Melalui ROAR30, kami akan terus memperkuat dampak sosial sebagai salah satu faktor yang membedakan kami dari pelaku industri lainnya dengan menghadirkan akses keuangan, terutama bagi masyarakat underserved dan unserved,” tegasnya.
Ke depan, Maybank Group akan terus bergerak sebagai regional intermediary for good yang dapat berkontribusi nyata terhadap pengembangan ekosistem dampak sosial di kawasan. (*) Mohammad Adrianto Sukarso


