Poin Penting
- Investasi saham semakin mudah dengan hadirnya berbagai aplikasi digital yang menawarkan transaksi, analisis pasar, dan pengelolaan portofolio melalui ponsel
- Lima aplikasi yang dapat dipertimbangkan antara lain Pintu, Ajaib, Stockbit, IPOT, dan MOST, dengan fitur serta fokus layanan yang berbeda
- Investor tetap perlu memperhatikan risiko, termasuk legalitas, biaya transaksi, keamanan akun, serta kesesuaian aplikasi dengan strategi dan profil risiko masing-masing.
Jakarta – Perkembangan teknologi digital membuat aktivitas trading saham kini semakin mudah dilakukan. Investor dapat bertransaksi melalui aplikasi di ponsel, sekaligus memantau pergerakan harga, membaca grafik, hingga mengelola portofolio secara online.
Beragam aplikasi trading saham pun tersedia di pasar. Salah satunya Pintu yang menawarkan akses terhadap saham Amerika Serikat melalui skema saham tertokenisasi.
Melalui platform tersebut, investor dapat memperdagangkan sejumlah saham perusahaan global, seperti Nvidia, Google, Meta, Coinbase, hingga Tesla.
Bagi investor yang ingin mengikuti saham perusahaan teknologi global, pergerakan harga saham Nvidia dapat menjadi salah satu aset yang menarik untuk dipantau. Nvidia menjadi pemain utama dalam industri chip kecerdasan buatan atau AI, sehingga pergerakan sahamnya sering mendapat perhatian investor global.
Sementara itu, investor yang ingin beli saham Amerika juga memiliki beberapa alternatif karena sejumlah platform menawarkan akses terhadap pasar global.
Namun, investor perlu memahami bahwa mekanisme transaksi, biaya, minimum investasi, serta jenis aset yang tersedia dapat berbeda pada setiap aplikasi.
Bagi investor pemula maupun yang sudah aktif bertransaksi, pemilihan aplikasi menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Selain fitur, keamanan, biaya transaksi, legalitas, dan kesesuaian dengan strategi investasi juga perlu menjadi pertimbangan.
Baca juga: Volatilitas US100 dan S&P 500 Buka Peluang Trading Lintas Aset
Berikut lima aplikasi trading saham yang dapat menjadi pilihan investor di Indonesia:
1. Pintu
Pintu dikenal sebagai platform perdagangan aset kripto yang juga menawarkan fitur tokenisasi saham. Fitur tersebut memberikan eksposur terhadap sejumlah saham perusahaan Amerika Serikat dalam bentuk tokenized stocks.
Sejumlah saham yang tersedia antara lain Nvidia, Apple, Amazon, Tesla, Meta, Alphabet, Coinbase, dan Robinhood. Pintu juga menyediakan token yang mengikuti saham SpaceX.
Tokenized stocks merupakan representasi digital dari aset saham yang mendasarinya. Dengan teknologi blockchain, mekanisme perdagangan produk tersebut dapat berbeda dengan transaksi saham melalui bursa konvensional.
Pintu menjelaskan, produk xStocks yang tersedia di platform didukung oleh aset dasar secara 1:1. Tokenized stocks juga dapat diperdagangkan selama 24 jam, sehingga memberikan fleksibilitas lebih besar dibandingkan jam perdagangan bursa tradisional.
Meski demikian, investor perlu memahami bahwa tokenized stocks tidak sama dengan kepemilikan saham secara langsung. Pemegang token tidak otomatis memperoleh seluruh hak pemegang saham, termasuk hak suara dalam perusahaan.
Karena itu, investor perlu membaca dan memahami ketentuan produk sebelum melakukan transaksi.
2. Ajaib
Ajaib menjadi salah satu platform investasi digital yang menyasar investor ritel. Aplikasi ini menawarkan akses terhadap saham dan reksa dana dalam satu platform.
Melalui Ajaib, pengguna dapat membeli dan menjual saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Investor juga dapat mengakses informasi pergerakan harga, laporan perusahaan, serta berbagai data yang dapat digunakan untuk mendukung analisis investasi.
Ajaib turut menyediakan fitur pemantauan portofolio sehingga investor dapat melihat perkembangan nilai investasinya secara berkala.
Kemudahan transaksi melalui perangkat seluler menjadi salah satu daya tarik platform investasi digital. Namun, investor tetap perlu memperhatikan biaya transaksi dan memahami risiko investasi saham.
Pergerakan harga saham yang cepat membuat investor perlu memiliki strategi serta manajemen risiko yang sesuai dengan profil masing-masing.
3. Stockbit
Stockbit menawarkan pendekatan berbeda dengan menggabungkan aktivitas investasi saham dan fitur komunitas investor. Pengguna tidak hanya dapat melakukan transaksi, tetapi juga berdiskusi mengenai saham dan perkembangan pasar.
Fitur komunitas menjadi salah satu karakteristik utama Stockbit. Investor dapat melihat berbagai diskusi mengenai emiten, membaca pandangan pengguna lain, hingga mengikuti informasi terkait pasar saham.
Selain itu, Stockbit menyediakan sejumlah fitur analisis, mulai dari grafik, data fundamental, hingga informasi keuangan perusahaan.
Investor dapat menggunakan berbagai informasi tersebut untuk membantu menganalisis saham sebelum melakukan transaksi. Platform ini juga memungkinkan pembelian dan penjualan saham secara online.
Meski demikian, diskusi komunitas sebaiknya tidak menjadi satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan investasi. Investor tetap perlu melakukan riset dan analisis secara mandiri sebelum membeli atau menjual saham.
4. IPOT
IPOT merupakan platform investasi yang dikembangkan oleh Indo Premier Sekuritas. Platform ini menyediakan berbagai produk investasi dalam satu aplikasi.
Selain saham, IPOT menawarkan akses terhadap reksa dana dan produk investasi lainnya. Dengan pilihan tersebut, investor dapat membangun portofolio dengan lebih dari satu jenis aset.
IPOT juga dilengkapi fitur untuk memantau pasar dan membantu proses analisis. Investor dapat melihat harga saham, informasi perusahaan, serta melakukan transaksi secara online.
Kemudahan akses menjadi salah satu keunggulan aplikasi investasi digital. Investor dapat memantau portofolio dan aktivitas investasi melalui perangkat yang terhubung dengan internet.
Namun, investor tetap perlu memperhatikan keamanan akun serta biaya transaksi. Hal ini menjadi semakin penting bagi trader yang melakukan transaksi dengan frekuensi tinggi karena biaya dapat memengaruhi hasil trading.
Baca juga: Kontribusi Transaksi VIP di Atas 30 Persen, Pintu Hadirkan Layanan Trading Premium
5. MOST
MOST merupakan aplikasi investasi yang dikembangkan oleh Mandiri Sekuritas. Platform ini memberikan akses kepada investor untuk melakukan transaksi saham sekaligus memantau berbagai informasi pasar.
Investor dapat menggunakan MOST untuk membeli dan menjual saham yang tercatat di BEI. Selain itu, platform ini menyediakan informasi riset yang dapat membantu investor memahami kondisi perusahaan dan pasar.
Fitur riset dapat menjadi salah satu pertimbangan bagi investor yang mengutamakan analisis fundamental. Informasi tersebut dapat digunakan untuk mempelajari kinerja perusahaan sebelum mengambil keputusan investasi.
Namun, informasi riset bukan merupakan jaminan keuntungan. Harga saham tetap memiliki risiko naik dan turun sehingga investor perlu menyesuaikan strategi dengan profil risikonya.
Trader jangka pendek, misalnya, dapat lebih membutuhkan grafik dan data pergerakan harga. Sementara investor jangka panjang dapat lebih fokus pada fundamental, valuasi, dan prospek perusahaan. (*)


