Mahendra OJK: Pandemi jadi Pendorong Digitalisasi Keuangan

Mahendra OJK: Pandemi jadi Pendorong Digitalisasi Keuangan

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – Digital financial services (DFS) menjadi terobosan yang besar bagi Indonesia apalagi adanya pandemi COVID-19 yang selama dua tahun terakhir ini menjadi pendorong penuh dalam hal transformasi digital untuk bidang perbankan dan keuangan.

“COVID-19 mendorong adanya transformasi digital, dia merubah arah dunia dan gaya hidup sehingga menjadi keuntungan bagi kita untuk memanfaatkan teknologi yang ada,” kata Mahendra Siregar, Ketua Dewan Komisioner OJK dalam webinar “How to Measure Successful Digital Financial Services/Return on Digital Investment Kamis, 4 Agustus 2022, yang diselenggarakan OJK Institute.

Manfaat hadirnya pandemi menjadikan perubahan masyarakat ke arah digital yang menciptakan DFS. Selain itu, digitalisasi dapat membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat dan digitalisasi ini mewujudkan adanya keuangan hijau untuk mengurangi dampak negatif perubahan iklim.

“Bukan hanya membuat masyarakat lebih digital tapi juga industri digital dapat membuka lapangan kerja baru dan mewujudkan keuangan hijau,” jelas Mahendra.

Hanya saja, hal tersebut tidak akan terjadi secara instan dan perlu adanya dukungan kuat dari segala aktor keuangan untuk memberikan regulasi dan pelayanan yang baik bagi masyarakat.

“OJK mendukung kuat perkembangan digital khususnya keuangan. Industri perbankan komersial dan konsumen menjadi tantangan bagi kita untuk mewujudkan transformasi digital. Maka dari itu, OJK memaksimalkan regulasi dan pemantauan pada sektor keuangan digital,” ucap mantan Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia, Wakil Menteri Perdagangan Indonesia, dan Wakil Menteri Keuangan Indonesia ini.

Dia juga menegaskan, kesuksesan DFS bukan hanya sekadar regulasi saja namun penyedia jasa keuangan juga harus bersinergi untuk menciptakan produk-produk yang mendorong terjadinya digitalisasi. Menurutnya, industri keuangan komersial diperlukan untuk melakukan digitalisasi pada produk yang dikeluarkan dan memprioritaskan konsumen sebagai pengguna.

“Saya yakin transformasi digital keuangan dapat terjadi dengan bekerja sama,” pungkas Mahendra. (*) Fatin

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Pilihan

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]