Poin Penting
- Kredit Bank Jago tembus Rp25,2 triliun, atau tumbuh 24 persen yoy, di atas industri, dengan NPL rendah 0,8 persen
- Aset Rp39,5 triliun (+22 persen) dan laba Rp86 miliar (+42 persen) menunjukkan kinerja kuat
- DPK Rp26,4 triliun (+23 persen) dan nasabah 19,4 juta, CAR tinggi 29,9 persen.
Jakarta – Kinerja intermediasi PT Bank Jago Tbk (ARTO) solid hingga kuartal I 2026. Bank digital ini mampu menyalurkan kredit Rp25,2 triliun, atau tumbuh 24 persen secara tahunan atau year on year (yoy) ketimbang tahun sebelumnya yang sebesar Rp20,3 triliun.
Realisasi kredit tersebut tumbuh di atas rata-rata industri perbankan yang sebesar 9,49 persen pada Maret 2026, menurut data Bank Indonesia (BI).
Pencapaian itu tidak lepas dari strategi kolaborasi dengan berbagai mitra (partner), termasuk ekosistem dan platform digital, perusahaan pembiayaan, dan lembaga keuangan lainnya.
Perseroan juga melakukan ekspansi kredit dengan tetap menjaga kualitas dan mengedepankan prinsip kehati-hatian. Ini tercermin dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross yang rendah di level 0,8 persen, lebih rendah dibanding rata-rata NPL perbankan nasional.
Baca juga: Laba Bank Jago Rp86 M di Q1 2026, Lonjakan Nasabah dan Kredit jadi Penopangnya
Direktur Utama Bank Jago, Arief Harris, menuturkan bahwa, pertumbuhan kredit yang solid turut mendorong total aset Bank Jago mencapai Rp39,5 triliun per Maret 2026, tumbuh 22 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp32,5 triliun.
Dari sisi profitabilitas, kinerja Bank Jago juga menunjukkan peningkatan dengan laba bersih setelah pajak atau net profit after tax (NPAT) sebesar Rp86 miliar, meningkat 42 persen dari Rp60 miliar pada akhir Maret 2025.
“Pencapaian ini menegaskan komitmen kami sebagai bank berbasis teknologi yang terus mengedepankan inovasi dan kolaborasi sekaligus fokus pada pengelolaan fundamental kinerja dan manajemen risiko yang kuat,” ucap Arief dalam keterangan resmi dikutip, 27 April 2026.
Selain itu, Bank Jago juga menjaga permodalan tetap kuat, tercermin dari rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) di level 29,9 persen.
Hal itu memberikan cukup ruang untuk mendukung ekspansi bisnis ke depan. Sementara rasio kredit terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) tercatat sebesar 95 persen.
Hingga akhir kuartal I-2026, Bank Jago telah melayani 19,4 juta nasabah, termasuk 15,2 juta nasabah funding pengguna Aplikasi Jago.
Total nasabah Bank Jago bertambah lebih dari tiga juta nasabah dibandingkan posisi akhir kuartal I-2025 yang sebanyak 16,3 juta nasabah.
Baca juga: BI Catat Kredit Perbankan Tumbuh 9,49 Persen pada Maret 2026
Pertumbuhan jumlah nasabah funding berjalan seiring dengan peningkatan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 23 persen secara tahunan menjadi Rp26,4 triliun, meningkat dari Rp21,4 triliun pada Maret 2025.
Jika dirinci, porsi current account and savings account (CASA) atau dana murah Bank Jago sebesar 53 persen atau setara Rp13,9 triliun dari total DPK. Sisanya, deposito yang menyumbang sebesar 47 persen atau Rp12,5 triliun. (*)
Editor: Galih Pratama








