Poin Penting
- PT Bank Seabank Indonesia mencatat laba bersih Rp375,6 miliar di kuartal I 2026, melonjak 288 persen yoy
- Aset SeaBank naik 33 persen menjadi Rp49,7 triliun, sementara DPK tumbuh 44,58 persen menjadi Rp39,1 triliun
- Kredit SeaBank meningkat 40,83 persen menjadi Rp34,8 triliun, dengan NPL Gross terjaga 1,56 persen.
Jakarta – PT Bank Seabank Indonesia membukukan laba bersih setelah pajak senilai Rp375,6 miliar di kuartal I 2026. Angka tersebut meroket 288 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp96,7 miliar.
Direktur Utama SeaBank Indonesia, Sasmaya Tuhuleley menjelaskan, perolehan laba tersebut sejalan dengan pertumbuhan kinerja dari sisi profitabilitas, efektivitas bisnis, dan total aset.
“Lonjakan profitabilitas didorong oleh peningkatan efisiensi operasional dan optimalisasi aset yang bekerja secara maksimal,” jelas Sasmaya dikutip 20 Mei 2026.
Sementara, lanjut Sasmaya, efektivitas bisnis SeaBank tercermin dari tingkat pengembalian aset atau Return on Assets (ROA) yang tumbuh signifikan ke level 4,01 persen di Maret 2026.
Baca juga: BSI Bukukan Laba Rp2,20 Triliun di Kuartal I 2026, Tumbuh 17,10 Persen
“Angka ini menunjukkan bahwa bank semakin efisien dalam mengelola risiko, dan mendiversifikasi sumber pendapatan seiring meningkatnya integrasi produk digital dalam aktivitas harian nasabah,” tambahnya.
Menciptakan Nilai Berkelanjutan
Hingga Maret 2026, total aset SeaBank mencapai Rp49,7 triliun dibanding kuartal I 2025 Rp37,4 triliun atau tumbuh sebesar 33 persen year on year.
Pertumbuhan ini ditopang oleh ekspansi penyaluran kredit yang berkualitas serta penempatan likuiditas yangprudent pada instrumen yang aman.
Dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK), SeaBank mengalami pertumbuhan 44,58 persen (yoy), menjadi Rp39,1 triliun hingga Maret 2026, dibandingkan kuartal I 2025 sebesar Rp27 triliun.
Pencapaian ini ditopang oleh porsi dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) yang mendominasi sebesar 69,10 persen dari total DPK.
Tingginya porsi dana murah ini membuktikan kepercayaan nasabah menjadikan SeaBank sebagai pusat transaksi utama.
Baca juga: Survei Ipsos: SeaBank Jadi Bank Digital Pilihan Transaksi Harian
Kredit Melonjak
Dari sisi intermediasi, SeaBank mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 40,83 persen (yoy) menjadi Rp34,80 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp24,71 triliun.
Penyaluran kredit SeaBank fokus pada segmen retail individual melalui produkdirect lending dan kerja sama strategis dengan perusahaan pembiayaan (multifinance) dan mitra lending partner.
Selain itu, SeaBank tetap konsisten menerapkan manajemen risiko dengan rasio Non-Performing Loan Gross (NPL Gross) yang terkendali di angka 1,56 persen.
Untuk mendukung rencana pertumbuhan jangka panjang, SeaBank memastikan kecukupan permodalan yang kuat dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) sebesar 21,88% di akhir kuartal I-2026.
Berbekal fundamental yang kokoh dan kepercayaan nasabah yang terus tumbuh, SeaBank optimistis dapat meneruskan momentum positif ini sepanjang 2026.
“Kinerja SeaBank di awal 2026 adalah bukti nyata bahwa bank digital dapat tumbuh pesat sekaligus tetap pruden. Setiap angka dalam laporan keuangan ini merepresentasikan kepercayaan nasabah yang kami jaga, komitmen yang kami penuhi, dan nilai yang terus kami ciptakan bersama,” pungkasnya. (*)
Editor: Galih Pratama


