Poin Penting
- Laba bersih Prudential Indonesia naik 44 persen menjadi Rp2,4 triliun pada 2025.
- Pertumbuhan ditopang kinerja investasi yang kuat, efisiensi biaya, dan kenaikan premi bruto.
- RBC mencapai 466 persen, jauh di atas batas minimum OJK sebesar 120 persen.
Jakarta – PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) membukukan laba setelah pajak sebesar Rp2,4 triliun pada 2025, meningkat 44 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,7 triliun.
Kinerja tersebut ditopang pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, hasil investasi yang solid, serta pengelolaan biaya yang disiplin.
Presiden Direktur Prudential Indonesia, Tony Benitez, mengatakan capaian tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan menjaga kinerja di tengah berbagai tantangan yang dihadapi industri asuransi jiwa.
“Kami tetap fokus memperkuat peran sebagai mitra terpercaya dalam membangun ketahanan keluarga Indonesia, dengan menghadirkan solusi perlindungan yang semakin inklusif, mudah diakses, dan sesuai dengan kebutuhan nasabah di setiap tahap kehidupan,” ujar Tony dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 3 Juni 2026.
Baca juga: Prudential Perkuat Proteksi Kanker Payudara Lewat PRULady
Selain mencatat lonjakan laba, Prudential Indonesia membukukan pendapatan premi sebesar Rp21,1 triliun, naik sekitar 1,4 persen dibandingkan Rp20,8 triliun pada 2024.
Sementara itu, total aset tumbuh 11 persen menjadi Rp64,3 triliun dari Rp58 triliun pada tahun sebelumnya.
Adapun total aset investasi, termasuk PAYDI, mencapai Rp54,5 triliun, meningkat 6 persen dibandingkan Rp51,3 triliun pada 2024.
Di sisi lain, perusahaan membayarkan klaim dan manfaat sebesar Rp16 triliun sepanjang 2025 sebagai wujud komitmen kepada nasabah.
Kondisi permodalan perusahaan juga tetap kuat. Prudential Indonesia mencatat Risk Based Capital (RBC) sebesar 466 persen, meningkat dari 417 persen pada 2024 dan jauh di atas ketentuan minimum OJK sebesar 120 persen.
Baca juga: Perkuat Strategi Keberlanjutan, Program Prudential Indonesia Jangkau 458.516 Ribu Penerima Manfaat
Chief Financial Officer Prudential Indonesia, Adit Trivedi, menjelaskan bahwa pertumbuhan laba perusahaan ditopang oleh sejumlah faktor fundamental yang positif.
“Ada beberapa faktor. Pertama, kinerja investasi yang kuat. Kedua, pendekatan yang disiplin dalam pengelolaan biaya. Selain itu, premi bruto (GWP) kami tumbuh 2 persen yang mencerminkan keinginan nasabah untuk tetap bersama kami,” kata Adit.
Menurutnya, tingkat surrender dan penarikan dana nasabah juga mengalami penurunan sepanjang tahun lalu, sehingga turut memperkuat kinerja keuangan perusahaan.
“Seperti yang saya sampaikan dalam presentasi, tingkat surrender dan penarikan dana juga menurun. Semua faktor tersebut berkontribusi terhadap kinerja yang kuat pada 2025,” tambahnya. (*) Alfi Salima Puteri


