Poin Penting
- Laba bersih RMKE melonjak 89,58 persen menjadi Rp163,33 miliar.
- Pendapatan usaha naik 176,68 persen menjadi Rp1,59 triliun.
- Pertumbuhan ditopang kenaikan volume penjualan dan jasa logistik batu bara.
Jakarta – PT RMK Energy Tbk (RMKE), perusahaan penyedia jasa logistik batubara terintegrasi, membukukan laba bersih sebesar Rp163,33 miliar pada semester I 2026 atau tumbuh 89,58 persen secara tahunan (yoy).
Pertumbuhan laba bersih itu tumbuh signifikan dari posisi tahun sebelumnya yang tercatat senilai Rp86,15 miliar.
Posisi laba bersih itu ditopang oleh pendapatan usaha sebesar Rp1,59 triliun, naik signifikan sebesar 176,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp575,71 miliar.
Baca juga: RMKE Bakal Stock Split Rasio 1:5, Simak Jadwalnya
Pertumbuhan pendapatan ini didorong oleh kenaikan kontribusi dari segmen penjualan batu bara sebesar 72,1 persen dan segmen jasa batu bara sebesar 27,9 persen.
Pada segmen penjualan batu bara, peningkatan pendapatan ditopang oleh kenaikan volume penjualan yang mencapai 1,7 juta ton, tumbuh 302,3 persen yoy, serta kenaikan harga jual rata-rata sebesar 15,1 persen yoy.
Kenaikan volume dan harga jual tersebut sejalan dengan meningkatnya permintaan batu bara sepanjang semester pertama 2026.
Baca juga: RUPSLB Setujui Stock Split 1:5, RMK Energy (RMKE) Bidik Lebih Banyak Investor Ritel
Sementara itu, pendapatan dari segmen jasa pengangkutan batu bara turut meningkat seiring dengan kenaikan volume hauling yang mencapai 1,4 juta ton, atau tumbuh 424,9 persen yoy.
Peningkatan volume ini turut mendukung Perseroan dalam mencapai volume muatan barge sebesar 3,2 juta ton.
Segmen Jasa Beri Margin Lebih Tinggi
Direktur Utama RMKE, Vincent Saputra, menyampaikan bahwa segmen jasa memberikan kontribusi laba dengan margin yang lebih tinggi dibandingkan segmen penjualan batu bara, mencerminkan operating leverage yang melekat pada model bisnis logistik berbasis aset.
Meski demikian, kedua segmen ini bersifat saling melengkapi, bukan saling bersaing sebagai pusat laba. Pertumbuhan volume jasa secara langsung mendorong peningkatan volume penjualan batu bara, karena volume jasa yang lebih baik memungkinkan Perseroan untuk menjual batu bara dalam volume yang lebih besar.
“Hubungan yang saling menguatkan antara segmen jasa dan penjualan ini memperkuat basis laba RMKE secara keseluruhan, di mana masing-masing segmen saling mendukung pertumbuhan satu sama lain, bukan berjalan sendiri-sendiri,” ucap Vincent dalam keterangan resmi dikutip, Minggu, 2 Agustus 2026.
Baca juga: Anak Usaha RMKE Gandeng MEDC Bangun Hauling Road
Optimistis Semester II Lebih Kondusif
Vincent menilai kinerja perseroan menunjukkan tren yang lebih baik pada kuartal II 2026, dengan pertumbuhan yang terjadi di seluruh lini usaha.
Ia juga optimistis prospek industri pertambangan pada semester II 2026 akan semakin positif seiring arah kebijakan pemerintah yang dinilai semakin jelas.
“Kami juga melihat iklim usaha yang akan semakin kondusif di sektor pertambangan, seiring dengan kebijakan pemerintah yang jauh lebih jelas pada semester kedua tahun ini,” tutupnya. (*)
Editor: Yulian Saputra


