Poin Penting
- Jumlah nasabah Mandiri Sekuritas meningkat menjadi 1,48 juta hingga Juni 2026.
- Sebanyak 86 persen nasabah berasal dari generasi Milenial dan Gen Z.
- Integrasi Growin’ dengan Livin’ by Mandiri mendorong penambahan sekitar 2.100 nasabah per hari.
Jakarta – PT Mandiri Sekuritas mencatat pertumbuhan signifikan jumlah nasabah. Hingga 30 Juni 2026, perusahaan efek pelat merah tersebut telah memiliki 1,48 juta nasabah atau Single Investor Identification (SID), meningkat sekitar empat kali lipat dibandingkan 364 ribu nasabah pada Juli 2024.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh integrasi platform investasi digital Growin’ ke dalam aplikasi Livin’ by Mandiri sejak November 2024.
Melalui layanan Growin’ on Livin’, Mandiri Sekuritas mampu menambah rata-rata sekitar 2.100 nasabah baru setiap hari dalam enam bulan terakhir.
Baca juga: Bank Mandiri Salurkan KUR Rp21,41 T hingga Semester I 2026, Jangkau 162 Ribu UMKM
Integrasi tersebut memungkinkan nasabah Bank Mandiri berinvestasi di pasar modal langsung melalui aplikasi Livin’ tanpa perlu berpindah platform untuk membuka rekening efek.
Model distribusi lintas kanal ini menjadi bagian dari strategi penguatan ekosistem digital Bank Mandiri dalam mendorong inklusi investasi di Indonesia.
Didominasi Milenial dan Gen Z
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Mandiri Sekuritas, Alex Widi Kristiono, mengatakan jumlah nasabah atau Single Investor Identification (SID) tumbuh 70 persen secara tahunan per Juni 2026, dengan 86 persen di antaranya berasal dari Generasi Milenial dan Generasi Z.
Adapun dengan capaian tersebut, layanan digital yang terus Mandiri Sekuritas kembangkan membawa dampak signifikan bagi pertumbuhan jumlah nasabah.
“Sejak 2012, fokus kami di segmen retail adalah menyediakan platform transaksi digital yang mumpuni, nyaman, dan aman digunakan,” kata Alex dalam keterangan resmi, dikutip pada Minggu, 2 Agustus 2026.
Baca juga: Penjualan EMMI Melonjak 4 Kali Lipat Jadi Rp65,34 Miliar pada Semester I 2026
Alex menambahkan Mandiri Sekuritas akan terus mengembangkan Growin’ menjadi platform yang lebih intuitif agar semakin banyak masyarakat dapat berinvestasi di pasar modal Indonesia.
“Selain mengembangkan segmen retail, kami juga membangun bisnis nasabah dari segmen institusi, perusahaan swasta, dan BUMN melalui layanan Capital Market Institutional dan Investment Banking,” imbuhnya. (*)
Editor: Yulian Saputra


