Poin Penting
- Penjualan bersih EMMI melonjak lebih dari empat kali lipat menjadi Rp65,34 miliar.
- Laba kotor meningkat menjadi Rp26,15 miliar, sementara rugi bersih menyusut 36,44 persen.
- Perseroan optimistis pertumbuhan kinerja berlanjut pada semester II 2026.
Jakarta – PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI), perusahaan penyedia alat kesehatan dalam negeri, membukukan lonjakan penjualan bersih pada semester I 2026. Berdasarkan laporan keuangan interim konsolidasian, penjualan perseroan meningkat lebih dari empat kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Penjualan bersih EMMI tercatat sebesar Rp65,34 miliar, melonjak dari Rp15,39 miliar pada semester I 2025.
Kontribusi terbesar masih berasal dari segmen nonpemerintah (non-government) sebesar Rp60,80 miliar, sedangkan penjualan kepada pemerintah mencapai Rp4,53 miliar.
Baca juga: 2 Hari Melantai di Bursa, Begini Pergerakan Harga Saham JECX, EMMI, JELI, dan BACH
Selain mencatatkan pertumbuhan penjualan, perseroan juga membukukan kenaikan laba kotor menjadi Rp26,15 miliar dari Rp7,34 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Perbaikan kinerja operasional turut tecermin dari penyusutan rugi bersih sebesar 36,44 persen menjadi Rp29,95 miliar, dibandingkan Rp47,12 miliar pada semester I 2025.
Kinerja Operasional Membaik
Direktur Utama EMMI, Florian Chris Widjaja, mengatakan laporan keuangan perdana perseroan sebagai perusahaan terbuka menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang kuat sekaligus perbaikan kinerja operasional.
“Meskipun semester pertama masih dipengaruhi oleh karakteristik siklus pengadaan terutama pada institusi kesehatan pemerintah yang umumnya berlangsung pada paruh kedua tahun, kami melihat berbagai indikator bisnis bergerak sesuai ekspektasi,” ujar Florian dalam keterangan resmi dikutip, 2 Agustus 2026.
Baca juga: EMMI Kantongi Dana IPO Rp245,74 Miliar, Ini Prioritas Penggunaannya
Optimistis Semester II Lebih Kuat
Adapun prospek kinerja pada semester kedua 2026 diproyeksikan masih tetap positif, di mana Perseroan memiliki sejumlah proyek yang akan dijalankan sepanjang semester II.
Selain itu, Perseroan juga sedang mengikuti berbagai proses tender pengadaan pemerintah yang saat ini masih menunggu hasil evaluasi.
Dengan meningkatnya aktivitas pengadaan pada semester kedua, Perseroan optimistis momentum pertumbuhan pendapatan akan terus berlanjut hingga akhir tahun. (*)
Editor: Yulian Saputra


