Jakarta–PT Bank Ganesha Tbk (Bank Ganesha) berhasil mencetak laba bersih setelah pajak (diaudit) sebesar Rp39,2 miliar untuk tahun buku 2016.
Jumlah tersebut meningkat sebesar 619 persen dibandingkan dengan perolehan laba tahun sebelumnya (yoy) yang hanya tercatat Rp5,5 miliar.
Presiden Direktur Bank Ganesha, Surjawaty Tatang mengatakan, hasil itu didukung oleh total pendapatan operasional yang mencapai Rp180,0 miliar atau naik 58 persen yoy dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp113,7 miliar. (Bersambung ke halaman berikutnya)
“Pendapatan bunga bersih tumbuh 68 persen yoy menjadi Rp160,9 miliar, sementara pendapatan berbasis biaya naik 5 persen yoy menjadi Rp19,1 miliar,” kata Surjawaty di Jakarta, Selasa, 8 Maret 2017.
Baca juga: Bank Ganesha Melantai di Bursa
Ia mengungkapkan Bank Ganesha terus mempertahankan kontrol yang kuat pada biaya operasional dan terus menciptakan ruang untuk investasi berkelanjutan dalam bisnisnya.
Sepanjang tahun 2016, fokus utama investasi ditujukan untuk pembangunan di produk dan jasa, peremajaan program pemasaran dan branding, relokasi kantor pusat, renovasi jaringan kantor cabang, perbaikan kapabilitas Teknologi Informasi dan kualitas layanan nasabah, sehingga biaya operasional menjadi Rp107,8 miliar. Jumlah itu meningkat hanya 14 persen dari periode yang sama tahun 2015 dibandingkan dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 58 persen. “Alhasil rasio efisiensi BOPO membaik dari 97,5 persen di 2015 ke 82,4 persen pada 2016, ” tambahnya. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Berbicara struktur permodalan, ia mengaku Bank tumbuh kuat, setelah selesainya proses Penawaran Umum Perdana saham (IPO) pada semester pertama tahun 2016. Sehingga pasca-IPO, rasio kecukupan modal (CAR) mencapai 34,9 persen pada tahun 2016, atau meningkat pesat sebanyak 20,5 persen.
Baca juga: NIM Ditekan Laba Bank Melorot
Perbaikan permodalan ini juga mendorong Bank Ganesha masuk menjadi salah satu bank dalam kategori BUKU II dengan total ekuitas sebesar Rp1,068 triliun, naik 407 persen yoy dari Rp210 miliar setahun lalu.
Dengan dukungan dari suntikan permodalan ini, Bank Ganesha meningkatkan kreditnya sebesar 94 persen yoy dari Rp1,25 triliun pada 2015 menjadi Rp2,43 triliun pada 2016. Total aset mencapai Rp4,24 triliun, naik 115 persen yoy dari Rp1,97 triliun pada tahun sebelumnya. (*)
Editor: Paulus Yoga




