Poin Penting
- IHSG turun 6,61% sepekan, ditekan lima saham besar.
- DSSA dan BREN jadi penyumbang terbesar pelemahan indeks.
- Asing masih agresif jual saham, net sell Rp42,8 triliun di 2026.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada periode 20–24 April 2026 melemah 6,61 persen ke level 7.129,49 dari 7.643,00 pada pekan sebelumnya.
Sejalan dengan itu, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) turun 6,59 persen menjadi Rp12.736 triliun dari Rp13.635 triliun.
Baca juga: IHSG Sepekan Melemah 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.736 Triliun
Dengan pergerakan tersebut, BEI telah merangkum lima saham yang menjadi top laggards atau pemberat IHSG selama sepekan, yakni:
- PT Dian Swastika Sentosa Tbk (DSSA) menyumbang penurunan tertinggi sebesar 108,47 poin ke IHSG, dengan harga saham yang melemah 37,85 persen
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menyumbang sebanyak 73,97 poin ke pelemahan IHSG, dengan harga saham yang turun 30,26 persen
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menyumbang penurunan sebanyak 56,45 poin ke IHSG, dengan harga saham yang merosot 10,5 persen
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyumbang pelemahan sebanyak 35,13 poin ke IHSG, dengan harga saham yang turun 5,84 persen
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) memberikan 30,28 poin ke penurunan IHSG dan harga sahamnya melemah sebanyak 9,35 persen.
Selanjutnya, rata-rata nilai transaksi harian pekan ini turut mengalami perubahan yaitu sebesar 3,67 persen menjadi Rp19,61 triliun dari Rp20,36 triliun pada pekan sebelumnya.
Sementara itu, terjadi kenaikan pada rata-rata volume transaksi harian BEI dalam sepekan, yakni sebesar 4,44 persen menjadi 44,88 miliar lembar saham dari 42,98 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.
Lalu, rata-rata frekuensi transaksi harian pekan ini juga mengalami kenaikan, yaitu sebesar 1,09 persen menjadi 2,75 juta kali transaksi dari 2,72 juta kali transaksi pada pekan lalu.
Baca juga: IHSG Jelang Akhir Pekan Ditutup Lanjut Melemah 3,38 Persen, Turun ke Level 7.129
Adapun investor asing Jumat lalu (24/4) mencatatkan nilai jual bersih Rp2,00 triliun dan sepanjang tahun 2026 ini, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp42,809 triliun. (*)
Editor: Yulian Saputra








