Poin Penting:
- Koalisi Danantara Monitor menilai ketiadaan publikasi laporan keuangan Danantara memicu spekulasi investor dan ketidakpastian pasar.
- Koalisi memperingatkan kurangnya transparansi berpotensi menekan nilai tukar rupiah dan mengurangi minat investasi langsung.
- Koalisi mendesak BPK segera mengaudit dan membuka hasil pemeriksaan guna menjaga kredibilitas serta kepercayaan pasar terhadap Danantara.
Jakarta – Kurangnya transparansi Danantara dinilai berpotensi mengganggu kepercayaan investor dan stabilitas pasar keuangan nasional. Koalisi Danantara Monitor menilai belum dipublikasikannya laporan keuangan dan laporan kinerja lembaga pengelola aset negara tersebut dapat memicu spekulasi di kalangan pelaku usaha dan investor, yang pada akhirnya berisiko menekan nilai tukar rupiah serta menghambat arus investasi ke Indonesia.
Kekhawatiran itu mendorong Koalisi Danantara Monitor yang terdiri dari Celios, Indonesia Corruption Watch (ICW), Trend Asia, Yayasan Indonesia Cerah, Climate Rangers dan Enter Nusantara menyerahkan surat permintaan informasi kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Wisma Danantara, Rabu (3/6/2026).
Mereka meminta audit terhadap laporan keuangan tahun 2025, laporan kinerja tahunan 2025, serta laporan keuangan triwulan I 2026 yang hingga kini belum dipublikasikan.
Baca juga: CIO Danantara Buka Suara soal Kekhawatiran Pasar terhadap DSI
Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira, menilai keterbukaan informasi merupakan faktor penting untuk menjaga kepercayaan pasar terhadap lembaga yang mengelola aset negara dalam jumlah sangat besar. Menurutnya, semakin lama laporan keuangan tidak dibuka kepada publik, semakin tinggi pula ketidakpastian yang muncul di pasar.
Transparansi Danantara Dinilai Menentukan Sentimen Investor
Bhima menegaskan bahwa ketidakjelasan informasi mengenai kinerja keuangan maupun proyek yang dibiayai Danantara berpotensi memunculkan spekulasi di kalangan investor. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi persepsi terhadap prospek investasi di Indonesia.
“Makin lama Danantara menunda merilis laporan keuangannya, makin berspekulasi investor dan itu akan berdampak terhadap stabilitas nilai tukar Rupiah, kepercayaan investor terhadap investasi-investasi langsung, termasuk investasi-investasi yang sifatnya adalah investasi yang berkelanjutan,” kata Bhima.
Baca juga: Koalisi Desak BPK Audit Danantara, Transparansi Aset Rp16.000 Triliun Dipertanyakan
Menurut dia, investor membutuhkan informasi yang memadai untuk menilai risiko dan prospek suatu lembaga investasi. Karena itu, laporan keuangan dan laporan kinerja menjadi instrumen penting untuk menjaga kredibilitas sekaligus membangun keyakinan pasar.
Bhima juga menyoroti belum adanya penjelasan terbuka mengenai studi kelayakan sejumlah proyek yang didanai. Padahal, transparansi terhadap proyek dan kinerja investasi merupakan salah satu faktor yang diperhatikan investor sebelum menanamkan modal.
Danantara Berisiko Kehilangan Kepercayaan Pasar
Koalisi Danantara Monitor menilai keterbukaan informasi menjadi semakin penting mengingat besarnya aset yang dikelola Danantara. Dalam berbagai kesempatan, lembaga tersebut disebut mengelola aset dengan nilai mencapai sekitar US$1 triliun.
Menurut Bhima, apabila laporan keuangan terus tertutup dan tidak diaudit secara terbuka, kepercayaan investor terhadap proyek-proyek yang ditawarkan Danantara dapat tergerus.
“Kalau Danantara sebagai lembaga sovereign wealth fund menolak untuk membuka laporan keuangannya dan BPK juga tidak melakukan audit kepada Danantara untuk dibuka pada publik, maka Danantara akan menjadi sovereign wealth fund pertama di dunia yang paling tidak transparan,” ujarnya.
Baca juga: Alasan Danantara Rekrut Warga Negara Asing untuk Perkuat DSI
Ia mempertanyakan bagaimana investor dapat menaruh kepercayaan untuk berinvestasi atau menjalin kerja sama jika informasi dasar mengenai kondisi keuangan dan pengelolaan aset tidak tersedia secara memadai.
Menurutnya, kondisi tersebut justru dapat membuat Danantara dipersepsikan sebagai beban bagi perekonomian, bukan sebagai instrumen untuk menarik investasi baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Audit BPK Dinilai Penting untuk Menjaga Kredibilitas
Koalisi mendesak BPK segera melakukan audit terhadap laporan keuangan Danantara dan membuka ringkasan hasil pemeriksaan kepada publik. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat akuntabilitas sekaligus mengurangi ketidakpastian yang berkembang di pasar.
Peneliti ICW Seira Tamara mengatakan permintaan informasi yang diajukan koalisi memiliki dasar hukum yang jelas, baik melalui Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik maupun regulasi terkait tata kelola Badan Usaha Milik Negara.
Baca juga: Moody’s Beri Peringkat Baa2 untuk Danantara Investment, Outlook Tetap Negatif
Menurut Seira, keterbukaan laporan keuangan menjadi bagian penting dari pengawasan publik terhadap pengelolaan aset negara yang nilainya sangat besar. Transparansi juga diperlukan untuk mencegah potensi penyalahgunaan wewenang dan memperkuat penerapan prinsip tata kelola yang baik.
Bagi Koalisi Danantara Monitor, keterbukaan informasi bukan sekadar persoalan administrasi, melainkan faktor penting untuk menjaga kepercayaan investor, memperkuat sentimen pasar, dan memastikan Danantara mampu menjalankan perannya sebagai pengungkit investasi nasional. (*)
Editor: Yulian Saputra


