Keuangan

KPK Terapkan Penghematan Anggaran Tindaklanjuti Inpres Prabowo, Ini Langkah-langkahnya

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan komitmennya dalam mendukung kebijakan efisiensi anggaran yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Salah satu langkah yang telah diterapkan adalah sistem penggajian yang lebih sederhana dan transparan.

“KPK sejak awal tidak mengalokasikan dana tersebut karena sudah menerapkan single salary system,” ujar juru bicara KPK, Tessa Mahardhika Sugiarto, melalui keterangan tertulis, dikutip, Kamis, 30 Januari 2025.

Selain kebijakan penggajian, KPK juga mengurangi anggaran untuk perjalanan dinas dan penyelenggaraan pertemuan. Lembaga ini lebih mengutamakan pertemuan secara virtual atau menggelarnya di kantor sendiri untuk menekan biaya operasional.

Baca juga: Presiden Prabowo Minta Hemat Anggaran Belanja Rp306,69 Triliun, Kecuali 2 Pos Ini
Baca juga: Sri Mulyani Pangkas Anggaran K/L Rp256,1 T Respons Inpres Prabowo, Ini Detailnya
Baca juga: Survei KPK: 90 Persen Kementerian dan Lembaga Ada Suap-Gratifikasi, Pemda 97 Persen

Dalam hal perjalanan ke luar negeri, KPK menerapkan seleksi ketat. Hanya personel yang benar-benar dibutuhkan yang diizinkan bepergian, dengan jumlah yang dibatasi.

KPK juga berupaya mengurangi penggunaan dokumen fisik dengan beralih ke sistem digital. Arsip-arsip penting kini didokumentasikan secara elektronik guna meningkatkan efisiensi dan mengurangi pengeluaran untuk barang cetakan.

“KPK akan mengurangi barang cetakan dengan mengoptimalkan arsip digital secara bertahap. Termasuk efisiensi pengelolaan fasilitas kerja dalam ruangan atau gedung,” imbuh Tessa.

Baca juga: Bro, Ternyata, Oh Ternyata Indonesia Bukan Negara Kaya Sumber Daya Alam
Baca juga: KPK Berhasil Tangkap Buronan Kasus e-KTP Paulus Tannos di Singapura

Tessa menegaskan bahwa kebijakan penghematan ini tidak akan menghambat tugas utama KPK dalam pemberantasan korupsi. Sebaliknya, efisiensi justru diharapkan meningkatkan efektivitas kerja lembaga tersebut.

“Tentu dengan berbagai kolaborasi bersama pemangku kepentingan dan seluruh lapisan masyarakat,” pungkas Tessa. (*)

Yulian Saputra

Berpengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Saat ini bertugas sebagai editor di infobanknews.com. Sebelumnya, ia menulis berbagai isu, mulai dari politik, hukum, ekonomi, hingga olahraga.

Recent Posts

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

12 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

13 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

14 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

19 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

20 hours ago

IHSG Sepekan Melemah 0,99 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.305 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More

20 hours ago