Poin Penting
- Festival Kopi Dieng mencatat transaksi sekitar Rp15 miliar selama DCF XVI 2026.
- Festival menghadirkan 35 produk kopi dari sejumlah kecamatan di Banjarnegara.
- Pemkab Banjarnegara akan menghitung total transaksi DCF 2026 bersama Bank Indonesia.
Jakarta – Sebanyak Rp15 miliar berputar dalam Festival Kopi Dieng selama pelaksanaan Dieng Culture Festival (DCF) XVI 2026. Angka tersebut menjadi sinyal kuat potensi kopi sebagai penggerak ekonomi Banjarnegara.
Festival Kopi Dieng berlangsung di Desa Dieng Kulon, Banjarnegara, Jawa Tengah, pada 28-30 Agustus. Nilai transaksi tersebut baru berasal dari festival kopi, belum mencakup kegiatan DCF lainnya.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banjarnegara Tursiman menyebut capaian tersebut luar biasa. Menurutnya, festival yang baru dirintis itu memiliki potensi ekonomi besar.
Baca juga: BNI Dukung Geo Dipa Bangun 500 MW Energi Panas Bumi
Festival Kopi Dieng menghadirkan kopi dari berbagai daerah di Indonesia. Produk kopi dari sejumlah wilayah Banjarnegara juga ikut ditampilkan dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan ini melibatkan 14 pegiat Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG). Mereka berasal dari berbagai wilayah Indonesia dan difasilitasi Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum.
Selain itu, terdapat 35 produk kopi dari sejumlah kecamatan di Banjarnegara. Kehadiran produk tersebut mempertemukan beragam pelaku dan komoditas kopi dalam satu kegiatan.
Tursiman menilai capaian transaksi tersebut dapat menjadi indikator besarnya potensi pengembangan industri kopi di daerah.
“Insyaallah, kita sedang ‘ngegas’. Dengan potensi alam Banjarnegara dan kopi yang luar biasa, ini mudah-mudahan bisa terus mendongkrak perekonomian,” katanya dikutip Antara, Minggu (30/8).
Pasar Kopi Banjarnegara Dibidik Lebih Luas
Capaian transaksi tersebut menjadi modal untuk mengembangkan pasar kopi Banjarnegara. Pemerintah daerah juga ingin meningkatkan nilai tambah kopi dari hulu hingga hilir.
Pengembangan pasar tidak hanya berorientasi pada penjualan selama festival. Rantai industri kopi juga perlu diperkuat agar manfaat ekonominya semakin luas.
Tursiman mengatakan Pemkab Banjarnegara akan menghitung seluruh transaksi selama DCF XVI 2026. Penghitungan dilakukan bersama sejumlah pihak, termasuk Bank Indonesia (BI).
BI memiliki pemetaan mengenai dampak ekonomi kegiatan tersebut. Hasil penghitungan nantinya dapat menunjukkan kontribusi DCF terhadap perekonomian daerah.
Dukungan BI Perkuat Industri Kopi
Ketua Panitia Festival Kopi Dieng Alif Zain Fahmi mengatakan kegiatan tersebut turut difasilitasi BI. Dukungan BI selama ini diarahkan untuk pengembangan industri kopi Banjarnegara.
“Bank Indonesia selama ini mendukung pengembangan kopi di Banjarnegara melalui kegiatan-kegiatan untuk menunjang pengembangan industri kopi mulai dari hulu sampai dengan hilir,” katanya di lokasi kegiatan, Jumat (28/8).
Baca juga: Bank Mandiri Akselerasi Industri Kopi Nasional Lewat Jakarta Coffee Week 2025
Alif berharap nilai transaksi tahun ini dapat terus meningkat. Harapan tersebut muncul seiring bertambahnya jumlah tenant yang berpartisipasi.
“Harapan kami semoga tahun ini bisa tembus, paling enggak tiga digit. Semoga saja, karena tahun kemarin dengan jumlah tenant yang sedikit saja sudah tembus dua digit, semoga tahun ini bisa tembus tiga digit dari total tenant,” katanya.
DCF XVI 2026 berlangsung pada 28-30 Agustus dengan berbagai agenda budaya dan pariwisata. Festival Kopi Dieng menjadi salah satu agenda untuk memperkuat potensi ekonomi daerah.
Perputaran Rp15 miliar menunjukkan kopi memiliki daya tarik ekonomi dalam gelaran tersebut. Festival Kopi Dieng berpotensi memperluas pasar dan nilai tambah kopi Banjarnegara. (*)
Editor: Yulian Saputra


