Poin Penting
- Anggota Komisi XI DPR RI, Marwan Jafar, menegaskan gubernur BI pengganti Perry Warjiyo harus menjaga independensi bank sentral.
- Independensi BI dinilai penting untuk menjaga stabilitas ekonomi dan kepercayaan investor.
- Proses pemilihan gubernur BI diminta mengutamakan integritas, profesionalisme, dan kompetensi.
Jakarta – Anggota Komisi XI DPR RI, Marwan Jafar, menegaskan bahwa siapa pun yang ditunjuk sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) definitif pengganti Perry Warjiyo harus berkomitmen menjaga independensi bank sentral.
“Siapa pun yang terpilih menjadi Gubernur Bank Indonesia harus mampu menjaga independensi bank sentral sebagaimana diamanatkan undang-undang. Independensi Bank Indonesia bukan sekadar prinsip kelembagaan, tetapi prasyarat agar kebijakan moneter dapat diambil secara objektif,” ujar Marwan dinukil laman DPR, Rabu, 29 Juli 2026.
Marwan mengatakan independensi BI merupakan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999. Menurutnya, independensi tersebut diperlukan agar setiap kebijakan moneter diambil secara objektif demi menjaga stabilitas ekonomi nasional, bukan didorong kepentingan politik jangka pendek.
“BI sebagai bank sentral mempunyai peran vital untuk memastikan pengelolaan moneter dikelola secara profesional demi stabilitas ekonomi sehingga target pertumbuhan ekonomi dicapai secara berkualitas,” ujarnya.
Baca juga: Bursa Gubernur BI Menghangat, Nama Burhanuddin Abdullah-Thomas Djiwandono Muncul
Legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah III itu menilai kegagalan menjaga kredibilitas dan independensi bank sentral berpotensi memicu volatilitas pasar keuangan, menekan nilai tukar rupiah, hingga menggerus kepercayaan investor global.
Karena itu, Marwan menegaskan proses pemilihan gubernur definitif harus mengedepankan integritas, profesionalisme, kompetensi dan kepentingan nasional.
“Karena itu, proses pemilihan gubernur definitif harus mengedepankan profesionalisme, integritas, kompetensi, dan kepentingan nasional. Sosok yang dipilih harus mampu menjaga kredibilitas Bank Indonesia di mata masyarakat maupun pelaku ekonomi global,” tegas legislator PKB tersebut.
Baca juga: Stop! Danantara di KSSK: Menempatkan “Serigala” di Kandang “Domba”
Pemerintah Belum Umumkan Calon Gubernur BI
Mantan Menteri Desa itu berharap proses transisi kepemimpinan di BI berjalan lancar tanpa mengganggu stabilitas sistem keuangan maupun pengendalian inflasi.
Menurutnya, hal tersebut penting mengingat kondisi ekonomi global masih dibayangi berbagai ketidakpastian dan berpotensi memberikan tekanan terhadap negara-negara berkembang.
Saat ini, kepemimpinan sementara BI dijalankan oleh Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti.
Sementara itu, sejumlah nama telah masuk bursa calon Gubernur BI, di antaranya ekonom senior Burhanuddin Abdullah dan Deputi Gubernur BI Thomas Djiwandono.
Baca juga: Bursa Gubernur BI Menghangat, Nama Burhanuddin Abdullah-Thomas Djiwandono Muncul
Meski demikian, kemunculan nama-nama tersebut masih sebatas spekulasi. Hingga kini, pemerintah belum mengumumkan secara resmi calon Gubernur BI yang akan diajukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). (*)
Editor: Yulian Saputra


