Poin Penting
- Komisaris Independen Bank Jatim Muhammad Mas’ud Said meraih gelar profesional Certified Risk Management (CRM) dalam The Jakarta Risk Management Convention 2026
- Mas’ud bersama 46 profesional lainnya menerima brevet CRM setelah mengikuti pelatihan dan refreshment manajemen risiko secara berjenjang sejak 2019
- Sertifikasi CRM dinilai memperkuat kompetensi, budaya risiko, dan fungsi pengawasan perbankan di tengah dinamika risiko industri yang semakin kompleks.
Jakarta – Komisaris Independen PT Bank Jatim Tbk, Muhammad Mas’ud Said, meraih gelar profesional Certified Risk Management (CRM) dalam The Jakarta Risk Management Convention 2026.
Gelar itu menjadi bagian dari upaya memperkuat kapabilitas manajemen risiko dan fungsi pengawasan strategis di industri perbankan.
Dalam ajang tahunan yang mempertemukan para profesional dan pengawas perbankan itu, Mas’ud menerima brevet CRM bersama 46 profesional lainnya dari berbagai daerah di Indonesia. Ia diketahui telah disiplin mengikuti pelatihan dan refreshment manajemen risiko secara berjenjang sejak 2019.
Konvensi berskala nasional ini diikuti sekitar 150 peserta yang terdiri dari jajaran direksi dan komisaris dari berbagai institusi, mulai dari badan usaha milik negara (BUMN), Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), bank nasional, hingga bank pembangunan daerah (BPD) di seluruh Indonesia.
Baca juga: Laba Bank Jatim Naik 53,49 Persen jadi Rp1,25 Triliun di Semester I 2026, Ditopang KUB
Dari Bank Jatim, turut hadir Komisaris Utama Adi Sulistyowati serta Komisaris Independen Dadang Setiabudi dan Asri Agung Putra. Kehadiran jajaran komisaris ini menjadi bagian dari penguatan fungsi pengawasan dan pemahaman terhadap risiko yang makin dinamis di industri perbankan.
Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi Bank Syariah Mandiri Risk (LSP BSMR), Gandung Troy Sulistyanto, mengatakan budaya risiko harus menjadi bagian penting dalam operasional bank dan dijalankan secara disiplin.
“Budaya risiko bank sangat penting diimplementasikan dengan penuh kedisiplinan. Harus ada keberanian bagi para bankir untuk berkata ‘tidak’ terhadap hal-hal yang tidak sesuai dengan prosedur,” ujar Gandung, dikutip Selasa (11/8).
Baca juga: Khofifah Dorong Bank Jatim Fokus Digitalisasi dan Pembiayaan UMKM, Ini Alasannya
Menurutnya, peningkatan kompetensi profesional menjadi salah satu kunci untuk memperkuat ketahanan perbankan menghadapi berbagai risiko yang terus berkembang. Karena itu, pencapaian gelar CRM bukan sekadar gelar profesional, tapi juga bagian dari upaya memperkuat resiliensi industri.
“Saya mengucapkan selamat kepada 47 orang yang pada tahun ini berhasil mendapatkan gelar Certified Risk Management di acara ini. Ini untuk memperkuat resiliensi ketahanan bank dari risiko-risiko yang berkembang sangat dinamis,” pungkasnya. (*) Ari Nugroho


