Poin Penting
- Prudential Syariah mencatat pendapatan kontribusi Rp4,2 triliun pada 2025, tumbuh 9 persen secara tahunan.
- Kontribusi bisnis baru melonjak 31 persen menjadi Rp1 triliun, tertinggi di industri asuransi jiwa syariah Indonesia.
- Prudential Syariah membukukan laba bersih Rp102 miliar dengan total aset mencapai Rp8 triliun pada 2025.
Jakarta – PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) mencatatkan kinerja ciamik selama 2025. Prudential Syariah melaporkan total pendapatan kontribusi senilai Rp4,2 triliun atau tumbuh 9 persen secara tahunan.
Raihan pendapatan Rp4,2 triliun itu ditopang oleh lonjakan kontribusi bisnis baru yang tumbuh hingga 31 persen secara tahunan ke Rp1 triliun, tertinggi di industri asuransi jiwa syariah Indonesia yang hanya 13 persen.
“Pertumbuhan ini tentunya didorong oleh lonjakan kontribusi bisnis baru yang tumbuh hingga 31 persen menjadi Rp1 triliun, dan ini menjadi tertinggi di industri asuransi jiwa syariah,” ujar Chief Financial Officer Prudential Syariah, Mandar Hastekar dalam konferensi pers Full Year Performance 2025 Prudential Syariah di Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026.
Baca juga: Prudential Syariah Catat Kinerja Positif, Dorong Tren Pertumbuhan Asuransi Syariah
Di samping itu, Prudential Syariah juga mencatatkan total aset sebesar Rp8 triliun atau tumbuh 20 persen secara tahunan, yang turut menjadikannya sebagai yang terbesar di industri asuransi jiwa syariah Indonesia. Sementara total aset investasinya sebesar Rp6 triliun.
Di satu sisi, total klaim dan manfaat (terdiri atas dana tabarru dan perusahaan) yang sudah dibayarkan Prudential Syariah sepanjang 2025 sebesar Rp2,2 triliun kepada 68.000 lebih peserta, atau setara dengan Rp6 miliar per harinya.
“Prudential Syariah membayarkan Rp2,2 triliun dalam klaim dan manfaat sepanjang 2025. Ini setara sekitar Rp6 miliar per hari, di mana kita telah membantu sekitar 70.000 keluarga sepanjang 2025,” jelas Mandar.
Permodalan dan RBC Jauh di Atas Ketentuan OJK
Sedangkan dari sisi permodalan, Prudential Syariah membukukan ekuitas yang solid, dengan nilai ekuitas Rp887 miliar pada 2025, jauh lebih besar dari persyaratan ekuitas minimum Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang senilai Rp100 miliar pada 31 Desember 2026 maupun Rp500 miliar pada 31 Desember 2028.
Sementara risk-based capital (RBC) dana perusahaan tercatat 1.496 persen, dan 209 persen untuk dana tabarru. Kedua RBC itu melampaui persyaratan minimum OJK yang sebesar 120 persen.
“Ini menunjukkan, kami berada di depan target regulator, dan kami terus memiliki kondisi yang sangat kuat, dengan buffer kapital untuk mendukung perkembangan kita di masa depan,” sambung Mandar.
Baca juga: Jurus Prudential Syariah Genjot Pertumbuhan Nasabah
Fokus Ekspansi dan Teknologi AI
Dengan kinerja tersebut, Prudential Syariah membukukan laba bersih atau net profit sebesar Rp102 miliar pada 2025.
Perusahaan juga terus memperkuat investasi jangka panjang melalui pengembangan layanan berbasis teknologi artificial intelligence (AI), ekspansi jaringan distribusi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
“Expansi kita pada 2025 sangat signifikan. Kita telah menciptakan lebih dari 100 pekerjaan, dan lapangan pekerjaan kita telah meningkat ke lebih dari 300 pekerjaan,” tandasnya. (*) Steven Widjaja


