Poin Penting:
- Khofifah meminta stok beras SPHP, Minyakita, dan LPG 3 kilogram di Kopdes Merah Putih selalu tersedia.
- Akses distribusi melalui Bulog dan Pertamina Patra Niaga harus diperkuat agar pasokan tidak terganggu.
- Seluruh KDKMP di Jawa Timur telah berbadan hukum dan kini difokuskan pada penguatan operasional.
Jakarta – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta ketersediaan beras SPHP, Minyakita, dan LPG 3 kilogram di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tidak boleh terputus.
Menurutnya, koperasi akan kehilangan kepercayaan masyarakat bila kebutuhan pokok tidak tersedia saat dibutuhkan.
Dia menegaskan penguatan distribusi harus melibatkan Perum Bulog dan PT Pertamina Patra Niaga. Dukungan seluruh ekosistem dinilai menjadi syarat utama keberhasilan operasional koperasi.
Untuk memastikan kesiapan tersebut, ia meninjau Koperasi Kelurahan Merah Putih Tukangkayu di Banyuwangi, Sabtu (18/7/2026). Peninjauan juga bertujuan memperkuat jejaring distribusi bersama berbagai mitra strategis.
Baca juga: Menkop: Koperasi Merah Putih Akan Jadi Mitra Penyaluran KUR
Khofifah Dorong Bulog dan Pertamina Jaga Pasokan
Khofifah menegaskan akses pasokan dari Bulog dan Pertamina Patra Niaga harus berjalan efektif. Ia tidak ingin masyarakat datang ke koperasi, tetapi kebutuhan pokok justru kosong.
“Kami ingin memastikan proses akses ke Bulog dan Pertamina Patra Niaga bisa efektif, dan jangan sampai masyarakat datang ke Kopdes Merah Putih tetapi beras SPHP tidak tersedia, Minyakita tidak tersedia, atau LPG 3 kilogram juga tidak tersedia. Ketersediaan stok harus dijaga oleh seluruh ekosistem,” ujarnya, dikutip Antara, Minggu, 19 Juli 2026.
Ia juga mendorong penguatan ekosistem Kopdes Merah Putih di Jawa Timur.
Langkah itu diharapkan membuat koperasi menjadi pusat pelayanan ekonomi masyarakat sekaligus menjamin pasokan kebutuhan pokok secara berkelanjutan.
Komitmen Pengelola Jadi Penentu Keberhasilan
Khofifah mengapresiasi pengelola dan pengurus Koperasi Kelurahan Merah Putih Tukangkayu. Koperasi tersebut dinilai berhasil berkembang hingga masuk jajaran terbaik di Jawa Timur.
“Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada yang telah menginisiasi koperasi kelurahan tersebut, operasionalisasinya sangat bergantung pada kekuatan, komitmen dan kemampuan para pengelolanya,” tuturnya.
Ia menilai sistem operasional yang baik harus didukung komitmen pengelola. Kombinasi itu menjadi fondasi agar koperasi mampu melayani masyarakat secara optimal.
Baca juga: Transaksi Koperasi Merah Putih Tembus Rp56,8 Miliar, Ini Barang Paling Laris
Seluruh KDKMP Jatim Sudah Berbadan Hukum
Seluruh Koperasi Merah Putih di Jawa Timur telah mengantongi izin dan berbadan hukum sejak Juli 2025. Pemerintah Provinsi Jawa Timur kini mengidentifikasi seluruh koperasi agar dapat beroperasi maksimal.
Salah satu tantangan yang masih dihadapi ialah mekanisme akses pasokan melalui Bulog dan Pertamina Patra Niaga.
Dukungan pemerintah daerah, distributor, dan masyarakat juga dibutuhkan agar koperasi berkembang produktif.
“Kami apresiasi capaian KDKMP Tukangkayu yang berhasil masuk jajaran 10 besar KDKMP terbaik di Jawa Timur. Saya apresiasi kepada pengurus dan pengelola yang telah menjadi bagian dari orkestrasi bersama pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dan membangun ekosistem ekonomi yang semakin maju,” ujar Khofifah. (*)
Editor: Yulian Saputra


