Poin Penting
- Uni Eropa dan GCC menolak pembatasan pelayaran di Selat Hormuz karena melanggar hukum internasional.
- Kedua blok mendesak Iran menghentikan serangan terhadap kapal komersial dan menjaga jalur pelayaran tetap terbuka.
- Uni Eropa dan GCC menegaskan dialog serta diplomasi menjadi solusi utama meredakan krisis kawasan.
Jakarta – Uni Eropa dan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) menolak segala bentuk pembatasan pelayaran di Selat Hormuz. Kedua blok menegaskan jalur strategis itu harus tetap terbuka sesuai hukum internasional.
Sikap tersebut disampaikan dalam pernyataan bersama usai Forum Tingkat Tinggi tentang Keamanan dan Kerja Sama Regional di Brussel, 13 Juli.
Forum dipimpin Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas dan Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif bin Rashid Al-Zayani selaku Ketua Dewan Menteri GCC.
Uni Eropa dan GCC juga menolak klaim kedaulatan maupun kendali sepihak atas selat internasional. Keduanya menilai tindakan itu bertentangan dengan hukum internasional.
Baca juga: Trump Batal Pungut Tarif 20 Persen di Selat Hormuz, Diganti Investasi Arab ke AS
Uni Eropa dan GCC Tegaskan Kebebasan Navigasi di Selat Hormuz
Dalam pernyataan bersama, seperti dilansir Antara, kedua blok menegaskan tidak ada perjanjian bilateral yang dapat membatasi hak lintas di Selat Hormuz. Hak tersebut berlaku bagi seluruh negara berdasarkan hukum internasional.
Mereka juga menolak penerapan izin maupun pungutan terhadap kapal internasional. Hak melintas tidak boleh bergantung pada otorisasi negara mana pun.
Uni Eropa dan GCC menegaskan kebebasan navigasi dijamin Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS). Setiap kapal berhak melintas tanpa penangguhan maupun pembatasan.
Kecam Serangan Iran terhadap Kapal Komersial
Uni Eropa dan GCC mengecam keras serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial. Serangan itu juga menyasar wilayah kedaulatan sejumlah negara di kawasan.
Kedua blok menilai tindakan tersebut membahayakan warga sipil dan awak kapal. Mereka juga menyebutnya melanggar hukum internasional serta Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2817.
Uni Eropa dan GCC mendesak Iran segera menghentikan seluruh serangan. Mereka juga meminta Selat Hormuz tetap terbuka tanpa syarat, tanpa pungutan transit, maupun biaya layanan.
Baca juga: Kapal Pertamina Pride Akhirnya Lintasi Selat Hormuz Usai Tertahan 4 Bulan
Dorong Dialog untuk Redam Ketegangan Kawasan
Menurut pernyataan itu, ancaman terhadap satu negara menjadi perhatian semua pihak. Keselamatan jalur pelayaran vital dinilai menjadi kepentingan bersama.
Uni Eropa dan GCC menyampaikan solidaritas kepada negara-negara terdampak serta para pelaut. Keduanya berkomitmen memperkuat koordinasi demi melindungi pelayaran internasional.
Selain itu, kedua blok menyerukan semua pihak menahan diri. Mereka kembali menegaskan dialog dan diplomasi sebagai jalan penyelesaian krisis sekaligus menjaga kebebasan navigasi di Selat Hormuz.
Ketegangan di Timur Tengah meningkat akibat saling serang Amerika Serikat dan Iran. Eskalasi itu berlanjut meski kedua negara telah menandatangani nota kesepahaman damai pada Juni lalu. (*)
Editor: Yulian Saputra


