Poin Penting:
- Banjir di Agam, Sumbar, memaksa 450 warga mengungsi dan 60 orang sempat terjebak.
- Luapan Sungai Batang Tumayo dipicu hujan deras sejak Sabtu sore hingga malam.
- BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dan meminta warga tetap waspada.
Jakarta – Banjir di Kabupaten Agam, Sumatra Barat (Sumbar), memaksa ratusan warga meninggalkan rumah. Sebanyak 450 warga mengungsi, sementara 60 orang sempat terjebak akibat luapan sungai setelah hujan deras mengguyur wilayah itu.
Peristiwa terjadi di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, pada Sabtu (18/7) malam. Tim gabungan bergerak mengevakuasi warga yang terdampak hingga kondisi mulai berangsur terkendali.
Sebanyak 450 warga mengungsi ke rumah kerabat yang berada di lokasi lebih aman.
Baca juga: Banjir Rob di Pati: Tanggul Laut Jebol, 127 Keluarga Terdampak
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam Abdul Ghafur mengatakan langkah itu dilakukan untuk menghindari risiko yang lebih besar.
Dampak Banjir di Agam, Puluhan Warga Sempat Terjebak
Selain pengungsi, banjir juga membuat 20 kepala keluarga atau 60 jiwa sempat terjebak derasnya arus. Sebagian korban berhasil menyelamatkan diri secara mandiri, sedangkan lainnya dievakuasi tim gabungan.
“Korban sudah evakuasi mandiri dan ada sebagian dievakuasi oleh tim gabungan dari BPBD Agam, Basarnas, PMI, Polri, TNI dan lainnya,” kata Abdul Ghafur, seperti dikutip dari Antara.
Kondisi serupa terjadi di Jorong Labuah. Sebanyak 250 warga mengungsi setelah 20 rumah terendam air setinggi sekitar 70 sentimeter.
Banjir Dipicu Luapan Sungai Batang Tumayo
Curah hujan tinggi mengguyur kawasan tersebut sejak Sabtu sore hingga malam. Kondisi itu menyebabkan Sungai Batang Tumayo meluap dan merendam permukiman warga di sekitarnya.
Menurut Ghafur, banjir di kawasan itu bukan kali pertama terjadi. Pendangkalan sungai setelah banjir bandang pada akhir November 2025 membuat wilayah tersebut lebih rentan tergenang.
“Ini merupakan banjir yang sering terjadi, karena sungai mengalami pendangkalan pasca-banjir bandang melanda daerah itu pada akhir November 2025,” kata Ghafur.
Baca juga: Banjir Rendam Gorontalo, BMKG Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem
BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Debit air juga mulai surut sehingga sebagian warga telah kembali ke rumah masing-masing.
Meski demikian, warga diminta tetap meningkatkan kewaspadaan saat hujan deras kembali turun. BPBD mengimbau masyarakat segera mengungsi apabila banjir kembali mengancam keselamatan. (*)
Editor: Yulian Saputra


