Poin Penting
- Dumi Indonesia menggelar edukasi keuangan bagi ASN di Padang untuk meningkatkan literasi dan mencegah risiko pinjaman ilegal serta pengelolaan utang yang buruk
- Kegiatan diikuti 55 ASN dengan materi utama: manajemen keuangan, mitigasi risiko, dan perencanaan finansial jangka panjang termasuk dana darurat
- Peserta menilai program membantu kebutuhan keuangan pribadi seperti pendidikan anak dan modal usaha serta pengaturan keuangan harian.
Jakarta – Ini ada kabar menarik bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Ternyata ada platform Peer-to-Peer (P2P) Lending yang fokus menghadirkan solusi finansial yang inklusif bagi PNS di Indonesia.
Namanya Dumi Indonesia. P2P Lending besutan PT Fidac Inovasi Teknologi yang didirikan sejak 2019 ini melakukan pendampingan terhadap ASN dalam menghadapi tantangan baru: mudahnya akses terhadap pinjaman digital tapi tidak diimbangi pemahaman risiko yang memadai.
Dumi Indonesia melihat, terbukanya kerentanan terhadap praktik pinjaman ilegal, investasi bodong, hingga pengelolaan utang yang tidak terencana di kalangan ASN.
Merespons kondisi tersebut, Dumi Indonesia menggelar sesi edukasi keuangan bertajuk “Pilar Penting Keberlanjutan Finansial ASN” di Hotel Kawana, Kota Padang, Sumatera Barat.
Baca juga: OJK Ungkap Penyebab Sejumlah Pindar Masih Kesulitan Penuhi Ekuitas Minimum Rp12,5 Miliar
Kegiatan ini diikuti oleh 55 ASN perwakilan dari berbagai sektor layanan publik, mulai dari instansi pemerintahan, fasilitas kesehatan, hingga lembaga pendidikan tingkat dasar dan taman kanak-kanak.
Menurut Yuheriksal, Regional Business Manager West Dumi Indonesia, edukasi difokuskan pada tiga pilar utama, yakni manajemen arus kas, mitigasi risiko, dan penetapan tujuan finansial jangka panjang.
Dalam aspek manajemen kas, kata dia, peserta didorong untuk membangun kebiasaan pengelolaan keuangan yang disiplin, termasuk menabung secara rutin dan menyiapkan dana darurat setara 3 – 6 bulan pengeluaran.
Sementara itu, lanjut dia, pada pilar mitigasi risiko, peserta diperkenalkan pada pentingnya memahami profil risiko pribadi guna menghindari keputusan finansial yang bersifat impulsif.
Adapun pilar ketiga, terang dia, menekankan pentingnya perencanaan jangka panjang, seperti pembiayaan pendidikan anak, kepemilikan rumah, hingga kesiapan menghadapi masa pensiun.
“ASN yang cerdas secara finansial bukan hanya sejahtera dalam kehidupan pribadi, tetapi juga hadir lebih utuh dan berintegritas dalam melayani masyarakat.
Itulah mengapa kami berkomitmen untuk terus bergerak, dari Padang dan kota-kota lainnya, demi Indonesia yang lebih maju,” ujar Yuheriksal, dalam keterangan tertulisnya, Senin, 22 Juni 2026.
Baca juga: OJK Ungkap Alasan Perbankan Masih Dominasi Pendanaan Industri Pindar
Peserta mengaku terbantu dengan hadirnya Dumi. “Saya terbantu dalam menyelesaikan masalah pembayaran pendidikan anak-anak saya, juga masalah keuangan lainnya. Dumi sangat memudahkan saya dalam mengatur finansial sehari-hari,” aku Malvi Hendri pegawai SDN 14 Koto Lalang, Lubuk Kilangan.
Hal senada diungkapkan Landa Machdalena, pegawai Satpol PP Kota Padang. “Saya sangat terbantu dalam pembiayaan pendidikan anak dan tambahan modal untuk usaha,” ujarnya.
“Kehadiran Dumi membantu saya mengatasi permasalahan biaya pendidikan anak dan pendidikan saya ke jenjang yang lebih tinggi,” sambung Dila Sapira pegawai SDN 14 Koto Lalang, Lubuk Kilangan. (*) DW


