Poin Penting:
- Kemenekraf menegaskan peluang kemitraan dengan AS untuk memperkuat pasar dan ekosistem ekonomi kreatif nasional.
- Pengembangan kawasan ekraf strategis menjadi langkah pemerintah dalam menarik investasi dan memperluas kolaborasi global.
- Kedubes RI di AS menyatakan dukungan penuh untuk menjaring mitra strategis bagi pelaku ekonomi kreatif Indonesia.
Jakarta – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) membuka peluang kerja sama strategis dengan mitra di Amerika Serikat (AS) guna memperluas pasar ekonomi kreatif sekaligus memperkuat ekosistem ekraf nasional di berbagai subsektor.
Upaya ini dilakukan melalui pengembangan akses pasar, transfer pengetahuan, serta peningkatan kapasitas talenta kreatif Indonesia. Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa AS memiliki potensi besar untuk mendorong tumbuhnya ekraf nasional.
“Kita tahu Amerika dengan lokomotifnya dengan film Hollywood dan bisa diikuti dengan gerbong subsektor ekonomi kreatif lainnya. Kami melihat bahwa budaya nusantara yang harus kita lindungi dengan heritage dan turunannya disentuh dengan inovasi, teknologi dan kreativitas itulah ekonomi kreatif ini akan berkembang,” ujarnya dalam keterangan pers di Jakarta, dikutip Antara, Rabu (15/4/2026).
Baca juga: Ramai Kasus Amsal Sitepu, Kemenekraf: Jangan Takut Ambil Proyek Pemerintah
Riefky juga menekankan pentingnya menjaga warisan budaya Indonesia sambil mendorong inovasi agar ekosistem ekonomi kreatif semakin kompetitif di tingkat global.
Kemenekraf Fokus Kembangkan Kawasan Ekraf Strategis
Dalam penguatan ekosistem nasional, pemerintah terus membangun kawasan ekonomi kreatif terintegrasi, termasuk KEK Singasari, Nongsa Digital Park, dan Kura Kura Bali. Kawasan tersebut diharapkan menjadi hub kolaborasi global bagi talenta kreatif Indonesia.
Selain itu, pengembangan juga berlangsung di kawasan industri kreatif seperti Sinar Mas D-HUB SEZ dan area garapan MNC Group di Lido, Sukabumi—yang disebut Riefky sebagai ruang strategis untuk menarik investasi dari Amerika Serikat.
Pemerintah juga terus menjalin kolaborasi berskala internasional. Salah satunya melalui penyelenggaraan World Conference on Creative Economy (WCCE), sebuah konferensi dunia yang berfokus pada pengembangan ekonomi kreatif global dan dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026.
Kedubes RI di AS Siap Perkuat Jaringan Kemitraan
Dukungan juga datang dari Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Amerika Serikat, Dwisuryo Indroyono Soesilo, yang dalam pernyataan daring menyambut baik langkah Kemenekraf dalam memajukan ekraf nasional.
Ia menegaskan bahwa Kedutaan Besar Republik Indonesia di AS siap menjaring mitra strategis Amerika untuk berkolaborasi dengan para pelaku kreatif Indonesia.
“Bagi produk siap ekspor itu bisa kita dorong ke depan. Mana yang belum ada mitra ke Amerika kita akan dorong, bisa aplikasi, kriya, kerajinan, kuliner. (Ekonomi kreatif) Ini luar biasa bisa buka lapangan kerja banyak,” ujarnya.
Baca juga: OJK dan Kementerian Ekraf Genjot Pembiayaan Berbasis Kekayaan Intelektual
Indroyono juga mengajak Kemenekraf terus berkoordinasi jelang penyelenggaraan WCCE 2026 agar potensi investasi serta peluang pengembangan talenta kreatif nasional dapat dimaksimalkan.
Pertemuan kedua pihak ini menandai komitmen pemerintah untuk memperluas kemitraan internasional, membuka akses pasar baru, serta memperkuat pelatihan bagi pelaku ekraf agar mampu bersaing di panggung dunia.
Kemenekraf semakin menegaskan perannya dalam memperluas peluang kolaborasi dengan AS untuk memperkuat masa depan industri kreatif Indonesia. (*)
Editor: Galih Pratama







