Poin Penting
- Kredit Pintar mendorong responsible borrowing melalui “Teman Atur Uang”
- Edukasi finansial dilakukan lewat tiga prinsip: Jaga Cash Flow, Pahami & Pilih, dan Tetap Terkontrol
- Kredit Pintar menyalurkan pinjaman Rp9,5 triliun sepanjang 2025 dan Rp66 triliun sejak 2017.
Jakarta – Platform pinjaman daring (pindar) yang menjadi bagian dari Atome Financial, yakni Kredit Pintar mendorong penguatan kendali finansial bagi masyarakat. Salah satunya lewat pendekatan responsible borrowing dalam mengejar pertumbuhan berkualitas.
Kredit Pintar melihat, di tengah pertumbuhan industri fintech lending yang masif, masa depan industri ini tidak hanya soal memperluas akses pembiayaan, tapi juga membantu masyarakat mengambil keputusan finansial secara bertanggung jawab.
Oleh sebab itu, Kredit Pintar mendorong masyarakat memahami kebutuhan, kemampuan membayar, serta konsekuensi sebelum mengambil pendanaan.
Kredit Pintar mewujdukan pendekatan itu lewat inisiatif “Teman Atur Uang”. Inisiatif ini menempatkan perusahaan tidak hanya sebagai penyedia akses pendanaan, tetapi juga sebagai bagian dari perjalanan pengguna dalam mengambil keputusan dan mengelola kewajiban finansial.
Baca juga: Kontribusi Pindar untuk UMKM Semakin Meningkat
“Memberikan akses pembiayaan adalah satu bagian dari peran kami. Namun, peran yang lebih besar adalah membantu masyarakat memahami kapan mereka membutuhkan pendanaan, menentukan jumlah yang sesuai dengan kemampuan, dan tetap memiliki kendali sampai kewajibannya terpenuhi,” papar Presiden Direktur Kredit Pintar, Ronny Kasim dalam keterangannya, Senin, 24 Agustus 2026.
Ia merinci, pendekatan itu diimplementasikan Kredit Pintar tiga prinsip utama, yakni Jaga Cash Flow, Pahami & Pilih, dan Tetap Terkontrol. Ketiganya dirancang untuk membantu pengguna menyesuaikan pendanaan dengan kebutuhan dan kemampuan, memahami konsekuensi pembiayaan, serta mengelola kewajiban hingga pendanaan terselesaikan.
Jaga Cash Flow fokus pada kemampuan pengguna menjaga arus kas, termasuk menyesuaikan pendanaan terhadap kebutuhan dan kemampuan. Sementara Pahami & Pilih menekankan pentingnya informasi yang jelas agar pengguna dapat mengambil keputusan secara tepat. Adapun Tetap Terkontrol berfokus membantu pengguna mengelola kewajiban secara bertanggung jawab.
Pendekatan itu sejalan penerapan prinsip responsible lending Kredit Pintar. Platform ini menilai perluasan akses pembiayaan harus berjalan beriringan dengan kualitas kredit dan perlakuan yang bertanggung jawab kepada pengguna.
Seperti disampaikan Head of Business and Operations Kredit Pintar, Irgo Bachtiar, dalam sesi diskusi Fintech Lending Days 2026 yang diselenggarakan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) pada 20–21 Agustus 2026 di Denpasar, Bali.
Menurutnya, ekspansi memperluas pembiayaan tidak berarti harus mengorbankan kualitas kredit. Dengan memanfaatkan data dan teknologi, Kredit Pintar justru memahami kondisi serta kemampuan setiap customer, sehingga pendanaan dapat diberikan secara lebih tepat.
“Pada saat yang sama, responsible lending juga berarti memberikan responsible treatment, termasuk melalui pendekatan collection yang lebih relevan dan empatik,” tegas Irgo.
Ia melanjutkan, kualitas pertumbuhan tidak cukup diukur berdasarkan besarnya nilai penyaluran. Perusahaan juga perlu melihat bagaimana pembiayaan diberikan secara tepat dan bagaimana pengguna tetap memiliki kendali sepanjang perjalanan finansialnya.
“Karena itu, responsible borrowing tidak berhenti pada keputusan saat seseorang mengambil pendanaan, tetapi mencakup seluruh perjalanan pengguna, mulai dari memahami kebutuhan dan kemampuan sebelum pendanaan hingga menyelesaikan kewajibannya,” tukasnya.
Baca juga: Lender Asing Rajin Guyur Industri Pindar, Ini Datanya
Dalam konteks ini, transparansi menjadi salah satu fondasi penting. Kredit Pintar menilai informasi mengenai biaya, tenor, jumlah pembayaran, tanggal jatuh tempo, hingga total kewajiban perlu disampaikan secara jelas. Dengan begitu, pengguna bisa memahami konsekuensi keputusan pendanaan dan menyesuaikannya dengan kemampuan finansial mereka.
Berkat strategi itu pula, bisnis Kredit Pintar disebut bisa tumbuh secara sehat. Sepanjang 2025, perusahaan membukukan penyaluran pinjaman lebih dari Rp9,5 triliun. Adapun secara kumulatif, terhitung sejak berdiri pada 2017, total pinjaman yang telah disalurkan mencapai lebih dari Rp66 triliun. Aplikasi Kredit Pintar sudah diunduh lebih dari 36 juta kali. (*) Ari Astriawan


