Poin Penting
- Program Coding Camp DBS Foundation dan Dicoding telah menghasilkan 229 ribu talenta digital sejak 2023.
- Program ini telah menjangkau 354 perguruan tinggi dan 144 SMK di Indonesia.
- Jumlah peserta ditargetkan mencapai 620 ribu orang pada 2029.
Jakarta – Kebutuhan talenta digital di Indonesia terus meningkat seiring dengan percepatan transformasi digital. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memproyeksikan kebutuhan talenta digital nasional mencapai 12 juta orang pada 2030.
Namun, hingga saat ini baru sekitar 30 persen dari kebutuhan tersebut yang terpenuhi. Artinya, Indonesia masih perlu menyiapkan sekitar 9 juta talenta digital dalam beberapa tahun ke depan untuk mengejar target tersebut.
Upaya memenuhi kebutuhan itu tidak hanya dilakukan pemerintah, tetapi juga melalui kolaborasi dengan sektor swasta dan lembaga pendidikan.
Salah satunya melalui program Coding Camp yang digelar DBS Foundation bersama perusahaan edukasi digital Dicoding. Program tersebut bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Sejak diluncurkan pada 2023, program Coding Camp telah menghasilkan 229 ribu talenta digital. Pada periode 2025-2026, program tersebut kembali diperluas untuk meningkatkan keterampilan generasi muda di bidang teknologi.
Head of DBS Foundation, Karen Ngui, mengatakan pemanfaatan teknologi dapat menjadi penggerak kemajuan sekaligus menciptakan dampak positif bagi masyarakat
“Lebih dari 3.000 lulusan Coding Camp 2026 menjadi bukti nyata atas potensi yang dapat diwujudkan ketika generasi muda dibekali keterampilan dan kesempatan untuk sukses di ekonomi digital,” ujar Karen di acara Coding Camp Graduation, Selasa, 18 Agustus 2026.
Baca juga: Wamenkomdigi Beberkan Tantangan Internet RI: Jaringan Sudah Luas, Kualitas Belum Maksimal
Tak sampai di sana, DBS Foundation menargetkan jumlah peserta Coding Camp dapat mencapai 620 ribu orang pada 2029. Selain mencetak talenta digital, program tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan literasi dan inklusi finansial peserta.
“Perubahan yang nyata dan berkelanjutan membutuhkan upaya dari seluruh elemen masyarakat, dan kami sangat menghargai dukungan kementerian pemerintah serta para mitra dalam memperluas program ini ke perguruan tinggi dan SMK di seluruh Indonesia,” sebutnya.
Jangkau 354 Perguruan Tinggi dan 144 SMK
Sejalan dengan hal tersebut, CEO Dicoding Indonesia, Narenda Wicaksono, mengatakan program tersebut telah memperluas akses pembelajaran digital ke 354 perguruan tinggi dan 144 SMK di Indonesia.
Dalam dua tahun terakhir, Coding Camp memberikan pembelajaran intensif kepada lebih dari 6.400 mahasiswa dan siswa SMK. Khusus pada 2026, program tersebut mencatat tingkat kelulusan sebesar 88,9 persen.
Meski jumlah lulusan terus bertambah, Narenda mengingatkan para peserta untuk tidak berhenti setelah menyelesaikan program. Para lulusan diharapkan terus mengembangkan kemampuan dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.
“Kelulusan bukan hanya menjadi perayaan atas selesainya sebuah program pembelajaran, tetapi juga menandai dimulainya perjalanan baru bagi para lulusan untuk terus memperluas pengetahuan dan memanfaatkan teknologi guna menciptakan dampak positif bagi masyarakat,” tegas Narendra.
Baca juga: Era Baru Transformasi Digital, AI Mulai Menjadi Mesin Bisnis di RI
Melalui program tersebut, DBS Foundation dan Dicoding Indonesia menegaskan komitmen untuk memperluas akses pendidikan teknologi, meningkatkan kesiapan kerja generasi muda, serta mencetak talenta yang mampu memanfaatkan teknologi untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat. (*) Mohammad Adrianto Sukarso


