Poin penting:
- Kebakaran Gunung Bromo telah melanda sekitar 520 hektare kawasan TNBTS.
- Puan meminta pemadaman api, perlindungan warga, dan pencegahan kerusakan diperkuat.
- Pemerintah diminta menghitung dampak ekonomi penutupan wisata bagi masyarakat.
Jakarta – Kebakaran Gunung Bromo yang melanda 520 hektare Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) memicu perhatian serius.
Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak pemerintah memprioritaskan pemadaman, perlindungan masyarakat, dan perhitungan dampak ekonomi terhadap warga sekitar.
Puan menilai situasi tersebut membutuhkan penanganan terpadu dan cepat. Penutupan kawasan wisata dinilai tepat, tetapi konsekuensi ekonomi bagi pelaku pariwisata harus segera dihitung.
Menurut Puan, operasi pemadaman harus berjalan dengan komando yang kuat. Pemerintah juga perlu memastikan dukungan personel, peralatan, dan pemetaan pergerakan api.
Baca juga: Kebakaran Bromo Meluas Jadi 176 Hektare, Akses Wisatawan Ditutup Total
Prioritas Pemadaman dan Perlindungan Warga di Bromo
Dalam keterangannya di Jakarta, Senin (10/8), Puan menegaskan tiga prioritas utama pemerintah. Fokus pertama adalah memadamkan api secepat mungkin.
Fokus kedua mencegah perluasan kerusakan kawasan. Fokus ketiga melindungi masyarakat sekitar dari dampak lanjutan kebakaran.
“Prioritas saat ini harus jelas, padamkan api secepat mungkin, cegah perluasan kerusakan, dan lindungi masyarakat sekitar dari dampak turunannya,” katanya, seperti dikutip dari Antara.
Puan juga meminta kualitas udara terus dipantau. Penyebaran asap ke permukiman harus diantisipasi untuk mencegah gangguan kesehatan.
Dampak Wisata Bromo Mulai Dihitung
Penutupan kawasan wisata Bromo dilakukan untuk mendukung operasi pemadaman. Langkah itu juga bertujuan menghindari risiko terhadap wisatawan.
Namun, Puan mengingatkan dampak ekonomi tidak boleh diabaikan. Banyak warga sekitar menggantungkan penghasilan pada aktivitas pariwisata.
Pemerintah diminta segera melakukan asesmen ekonomi. Jika penutupan berlangsung lama, dukungan bagi kelompok terdampak perlu dipertimbangkan.
“Jangan sampai masyarakat yang selama ini ikut menjaga dan menopang pariwisata Bromo justru menjadi pihak yang menanggung beban ekonomi paling besar dari bencana ini,” katanya.
Baca juga: Mengenal Jazz Camp Bromo, Ajang Lahirkan Musisi Muda Berbakat
Pemulihan Ekosistem Bromo Jadi Tahap Berikutnya
Selain aspek sosial dan ekonomi, Puan menyoroti kerusakan lingkungan akibat kebakaran Bromo. Pemerintah diminta memetakan kondisi vegetasi, habitat satwa, dan kualitas tanah.
Daerah tangkapan air serta kawasan rawan erosi juga harus diidentifikasi. Pemetaan itu diperlukan sebagai dasar pemulihan ekosistem.
Menurut Puan, penanganan tidak cukup berhenti pada pemadaman api. Pembukaan kembali wisata harus diikuti rehabilitasi lingkungan dan perlindungan penghidupan masyarakat sekitar Bromo. (*)
Editor: Yulian Saputra


