Poin Penting
- KBank Indonesia (BMAS) akan menerbitkan hingga 2,87 miliar saham baru melalui rights issue di harga Rp350, dengan target dana Rp1,01 triliun
- KVF akan menyerap seluruh HMETD miliknya, termasuk yang dialihkan KBANK
- Dana rights issue akan digunakan untuk memperkuat permodalan BMAS.
Jakarta – PT Bank Kasikorn Indonesia Tbk atau KBank Indonesia (BMAS) bersiap melakukan penambahan modal melalui Penawaran Umum Terbatas dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) IV atau rights issue.
Dalam aksi korporasi ini, perseroan bakal menerbitkan hingga 2,87 miliar saham anyar.
Berdasarkan prospektus perseroan di keterbukaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (9/9), jumlah saham yang diterbitkan sendiri setara dengan 13,70 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah pelaksanaan.
Setiap pemegang 655 saham lama yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 25 November 2026 berhak atas 104 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).
Di mana, setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak 1 saham baru dengan Harga Pelaksanaan sebesar Rp350 per saham.
Baca juga: Kasemsri Charoensiddhi dan Babak Baru KBank Indonesia: Mengejar Skala, Menjaga Pertumbuhan
Dengan harga pelaksanaan tersebut, BMAS membidik dana segar sekitar Rp1,01 triliun dari pelaksanaan rights issue.
Saham Baru BMAS Memiliki Hak yang Sama
Dalam keterangannya, perseroan menyatakan saham baru yang diterbitkan dalam PMHMETD IV merupakan saham baru yang akan dikeluarkan dari portepel serta akan dicatatkan di BEI dengan memperhatikan peraturan perundangan yang berlaku.
Saham-saham tersebut memiliki hak yang sama dan sederajat dalam segala hal (termasuk hak atas dividen) dengan saham lain perseroan yang telah disetor penuh.
Dana hasil rights issue akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan perseroan. Adapun penggunaan dana hasil aksi korporasi tersebut akan mengikuti prospektus dan ketentuan yang berlaku.
Pemegang Saham Utama BMAS Serap Seluruh HMETD
Sementara itu, pemegang saham utama Bank Kasikorn Indonesia, yakni Kasikorn Vision Financial Company Pte. Ltd. (KVF), menyatakan bakal melaksanakan seluruh HMETD yang dimilikinya.
Baca juga: KBank Indonesia Bidik Kredit Rp40 Triliun pada 2030, Dorong Konektivitas ASEAN
Berdasarkan prospektus, KVF memiliki 15.574.208.968 saham atau setara dengan 86,03 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.
KVF sendiri akan melaksanakan 2.543.333.619 HMETD. Jumlah tersebut, terbagi atas 2.472.851.500 HMETD yang diperoleh berdasarkan porsi kepemilikannya dalam PMHMETD IV dan 70.482.119 HMETD yang dialihkan dari Kasikornbank Public Company Limited (KBANK).
KVF menyatakan memiliki dana yang cukup untuk melaksanakan seluruh HMETD tersebut.
Sementara, Kbank tercatat memiliki 443.901.808 saham atau sekitar 2,45 persen saham Bank Kasikorn Indonesia. Dengan kepemilikan tersebut, KBANK berhak atas 70.482.119 HMETD.
KBANK menyatakan akan mengalihkan seluruh HMETD tersebut kepada KVF sebanyak 70.482.119 HMETD.
Jadwal Rights Issue
Berikut jadwal pelaksanaan PMHMETD IV atau rights issue Bank Kasikorn Indonesia:
- 13 November 2026: Tanggal efektif.
- 23 November 2026: Akhir perdagangan saham dengan HMETD (cum-right) di pasar reguler dan negosiasi.
- 25 November 2026: Akhir perdagangan saham dengan HMETD di pasar tunai sekaligus recording date untuk memperoleh HMETD.
- 26 November 2026: Distribusi HMETD.
- 27 November–3 Desember 2026: Periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD.
- 1–7 Desember 2026: Periode penyerahan saham hasil pelaksanaan HMETD.
- 7 Desember 2026: Batas akhir pembayaran pemesanan saham tambahan.
- 8 Desember 2026: Penjatahan pemesanan saham tambahan.
- 9 Desember 2026: Pembayaran oleh pembeli siaga.
- 10 Desember 2026: Pengembalian uang pesanan saham tambahan. (*)
Editor: Galih Pratama


